PolitikRanah

Bawaslu Sumbar Ajak Anak Muda Kawal Pemilu 2029

228
×

Bawaslu Sumbar Ajak Anak Muda Kawal Pemilu 2029

Sebarkan artikel ini
anak-muda-jadi-garda-terdepan-kawal-demokrasi,-bawaslu-sumbar-dorong-peran-aktif-cegah-pelanggaran-pemilu-2029
Anak Muda Jadi Garda Terdepan Kawal Demokrasi, Bawaslu Sumbar Dorong Peran Aktif Cegah Pelanggaran Pemilu 2029

Padang – Guna menjaga integritas demokrasi menjelang Pemilu 2029, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berupaya meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam pengawasan.

Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya kompleksitas kontestasi politik.

Anggota Bawaslu Sumbar, Muhamad Khadafi, pada Rabu (9/7/2025) menyoroti pentingnya peran aktif anak muda dalam mencegah pelanggaran pemilu.

“Ada tiga komponen utama dalam Pemilu yang bisa bersinggungan langsung dengan potensi pelanggaran, yaitu peserta, penyelenggara, dan pemilih. Jika tidak diawasi dengan ketat, ruang manipulasi akan tetap terbuka,” ujarnya.

Khadafi menyampaikan pernyataan tersebut saat membuka kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diselenggarakan oleh Bawaslu Sumbar.

Ia menjelaskan bahwa P2P bukan hanya sekadar pelatihan teknis, tetapi juga merupakan instrumen strategis dalam membangun budaya politik yang sehat dan berintegritas.

Melalui P2P, Khadafi menjelaskan, masyarakat, terutama kalangan muda, didorong untuk menjadi pengawas partisipatif yang kritis terhadap setiap potensi pelanggaran, termasuk politik uang, ujaran kebencian, penyalahgunaan fasilitas negara, hingga hoaks di media sosial.

“Pemilu bukan hanya urusan penyelenggara, tapi tanggung jawab kita semua. Anak muda harus berada di garis depan, bersuara lantang ketika ada yang mencoba mencederai proses demokrasi,” tegas Khadafi.

Selain P2P, Bawaslu Sumbar juga meluncurkan inisiatif pencegahan berbasis komunitas dan lokalitas, seperti Kampung Pengawasan, Kampus Pengawasan, serta Nagari Pengawasan.

Program-program ini bertujuan untuk menanamkan nilai pengawasan sejak dari level akar rumput.

“Kita ingin demokrasi tumbuh dari bawah, dari kampung ke kampus, dari nagari ke kota. Semua punya peran, semua harus terlibat,” imbuh Khadafi.

Khadafi menambahkan bahwa langkah-langkah ini merupakan upaya konkret Bawaslu dalam merawat demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat di Ranah Minang.

Ia menyebutkan bahwa Sumbar dikenal sebagai daerah dengan tingkat partisipasi pemilu yang tinggi.

Namun, tingginya partisipasi tidak akan berarti jika kualitas pemilunya tercemar oleh pelanggaran dan praktik curang.

Oleh karena itu, Khadafi mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadi pelopor pengawas pemilu, bukan hanya pemilih pasif.

“Pemilu 2029 harus menjadi momentum lahirnya kesadaran kolektif bahwa demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang diawasi oleh rakyatnya sendiri,” pungkasnya.