Ranah

Baznas Perluas Kanal Penghimpunan Zakat Tingkatkan Partisipasi Muzaki Nasional

169
×

Baznas Perluas Kanal Penghimpunan Zakat Tingkatkan Partisipasi Muzaki Nasional

Sebarkan artikel ini
penyebab-nilai-ekonomi-zakat-fitrah-berfluktuasi
Penyebab Nilai Ekonomi Zakat Fitrah Berfluktuasi

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mencatatkan pertumbuhan positif dalam penghimpunan zakat fitrah selama Ramadan 2026. Kenaikan ini dipicu oleh bertambahnya jumlah muzaki di Indonesia, meskipun terdapat fluktuasi nilai ekonomi akibat pengaruh harga beras dan kondisi ekonomi masyarakat.

Ketua Baznas, Sodik Mudjahid, mengungkapkan bahwa penghimpunan zakat di tingkat pusat mengalami kenaikan sebesar 9,15 persen. Perolehan zakat tercatat meningkat dari Rp 11,86 miliar pada 2025 menjadi Rp 12,95 miliar pada tahun ini.

Sodik menegaskan, zakat kini diposisikan sebagai instrumen strategis untuk menjaga keseimbangan sosial dan ekonomi umat, bukan sekadar kewajiban ibadah.

Sebagai gambaran, pengumpulan zakat secara nasional pada Ramadan tahun lalu mencapai Rp 4,63 triliun. Angka tersebut terdiri dari Rp 715,6 miliar yang tercatat dalam sistem (on balance sheet) dan Rp 3,92 triliun di luar sistem (off balance sheet).

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Baznas memperluas kanal penghimpunan melalui kolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga negara, sektor swasta, hingga diaspora Indonesia. Selain itu, Baznas mulai menyasar sektor ekonomi produktif seperti pertanian, peternakan, perikanan, serta instrumen kekayaan modern seperti zakat tabungan, deposito, emas, dan saham.

Di sisi lain, Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) memproyeksikan potensi zakat fitrah nasional tahun ini berada di kisaran 480,1 hingga 541,4 ribu ton beras, atau setara dengan Rp 6,4 hingga Rp 7,1 triliun. Estimasi ini didasarkan pada jumlah muzaki yang mencapai 192,0 hingga 216,6 juta jiwa.

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mencatatkan pertumbuhan positif dalam penghimpunan zakat fitrah selama Ramadan 2026. Kenaikan ini dipicu oleh bertambahnya jumlah muzaki di Indonesia, meskipun terdapat fluktuasi nilai ekonomi yang dipengaruhi oleh harga beras dan kondisi ekonomi masyarakat.

Ketua Baznas, Sodik Mudjahid, menyatakan bahwa zakat kini berperan sebagai instrumen strategis untuk menjaga keseimbangan sosial dan ekonomi umat, melampaui sekadar kewajiban ibadah.

Secara statistik, penghimpunan zak