Ranah

Bencana Landa Padang Pariaman, Banjir, Longsor, Pohon Tumbang

339
×

Bencana Landa Padang Pariaman, Banjir, Longsor, Pohon Tumbang

Sebarkan artikel ini
banjir,-longsor-dan-pohon-tumbang-landa-padang-pariaman
Banjir, Longsor dan Pohon Tumbang Landa Padang Pariaman

Parik Malintang – Hujan deras yang mengguyur Padang Pariaman beberapa hari terakhir memicu serangkaian bencana. Banjir, tanah longsor, jalan terban, hingga pohon tumbang dilaporkan menimpa rumah-rumah warga.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman langsung menetapkan status siaga. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Padang Pariaman, Rudi Repenaldi Riulis, mengungkapkan, hingga Minggu (23/11) siang, pihaknya mencatat sekitar 15 titik bencana.

Banjir merendam sejumlah wilayah, termasuk Nagari Manggopoh, Kampuang Galapuang, Ulakan Tapakih, Lubuak Aluang, Perumahan Kasai, Batang Anai, Sintuak, dan Sicincin.

“Jumlah titik bencana terus bertambah seiring dengan intensitas hujan yang semakin tinggi,” kata Sekda Rudi.

Bupati dan jajaran terkait saat ini berada di lapangan untuk meninjau langsung lokasi-lokasi terdampak bencana. Data sementara menunjukkan sekitar 500 kepala keluarga (KK) terdampak banjir.

Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di beberapa lokasi. Sebuah sekolah di Batang Gasan dilaporkan terkena longsor.

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah ruas jalan. Salah satunya ruas jalan Padang Baru – Kampuang Bonai, Nagari Parikmalintang, Kecamatan Anam Lingkuang. Di Tapakih, Ulakan, dilaporkan rumah warga tertimpa pohon tumbang.

Sekda Rudi menambahkan, Bupati John Kenedy Azis telah melaporkan langsung amblasnya ruas jalan Padang Baru-Kampuang Bonai ke Sestama BNPB. Ruas jalan ini dinilai vital karena menjadi akses utama bagi masyarakat dan pegawai perkantoran, termasuk kepolisian.

“Ini sangat vital,” tegas Bupati John Kenedy Azis, seperti dikutip Sekda Rudi.

Bupati telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk bersiaga. Rapat darurat bencana akan segera digelar. Masyarakat diimbau untuk terus waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Upaya normalisasi muara sungai di Ulakan dan Perumahan Bumi Kasai, Kecamatan Batang Anai, yang dilakukan pemerintah Bupati John Kenedy Azis dinilai sangat membantu masyarakat.

“Setidaknya, dengan adanya upaya itu, ketinggian air tidak separah tahun 2024 lalu, padahal intensitas hujannya sangat tinggi,” pungkas Sekda Rudi.