EkonomiRanah

Kadin Pacu Produktivitas Nasional Kejar Target Ekonomi

146
×

Kadin Pacu Produktivitas Nasional Kejar Target Ekonomi

Sebarkan artikel ini
kadin-nilai-produktivitas-kunci-kejar-pertumbuhan-8-persen
Kadin Nilai Produktivitas Kunci Kejar Pertumbuhan 8 Persen

Jakarta – Indonesia perlu meningkatkan produktivitas nasional secara signifikan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 2029. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menekankan hal ini sebagai kunci utama.

Kadin menilai, stabilitas ekonomi yang terjaga di atas 5% menjadi modal awal yang baik. Namun, percepatan pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada peningkatan produktivitas.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perencanaan Pembangunan Nasional, Bayu Priawan Djokosoetono, menegaskan kesiapan pengusaha Indonesia untuk bersaing dan terus berinvestasi.

Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sepanjang 2025 tercatat lebih besar dari Penanaman Modal Asing (PMA), dengan pertumbuhan tahunan mencapai 26,6%.

Sektor industri pengolahan masih menjadi penopang utama perekonomian, menyumbang sekitar 19% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Pada kuartal IV 2025, sektor manufaktur tumbuh 5,40% secara tahunan. Indeks Manufaktur PMI Indonesia juga menunjukkan tren positif, berada di zona ekspansi sejak Agustus 2025 dan mencapai level 52,6 pada Januari 2026.

Kadin menekankan pentingnya penguatan kebijakan untuk menjaga ekosistem industri dalam negeri.

Bayu menambahkan, peningkatan produktivitas industri nasional harus dibarengi dengan perlindungan investasi domestik dan pengawasan terhadap praktik dumping produk impor.

Sektor pertanian, yang menjadi prioritas pembangunan nasional, tumbuh 5,14% pada kuartal IV 2025. Namun, Kadin menilai kontribusinya belum sebanding dengan jumlah tenaga kerja yang terserap.

Ketua Komite Tetap Perencanaan Pangan Kadin Indonesia, Frans Tambunan, menyoroti rendahnya produktivitas sektor pertanian dan mendorong modernisasi melalui inovasi teknologi, optimalisasi lahan, serta pengembangan sektor perikanan.

Sementara itu, sektor konstruksi, yang berkontribusi hampir 10% terhadap perekonomian, hanya tumbuh 3,81% pada kuartal IV 2025.

Ketua Komite Tetap Perencanaan Ekonomi dan Moneter Kadin Indonesia, Ikhwan Primanda, menyerukan dorongan lanjutan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan, renovasi sekolah, dan pembangunan infrastruktur.

Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga masih menjadi tumpuan perekonomian Indonesia, menyumbang 53,88% terhadap PDB.

Kadin mencatat, ekspor Indonesia pada kuartal IV 2025 hanya tumbuh 3,25%, melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh 9,14%.