Ranah

Menkeu Umumkan: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen di 2025

286
×

Menkeu Umumkan: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen di 2025

Sebarkan artikel ini
purbaya:-kinerja-kuartal-iv-2025-terakselerasi-signifikan
Purbaya: Kinerja Kuartal IV 2025 Terakselerasi Signifikan

Jakarta – Ekonomi Indonesia menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 5,39 persen pada kuartal IV 2025.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, capaian ini mendongkrak pertumbuhan ekonomi kumulatif sepanjang 2025 menjadi 5,11 persen.

Pemerintah meyakini, akselerasi ekonomi di kuartal terakhir tahun lalu menjadi fondasi kuat untuk pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkelanjutan di masa depan.

“Meskipun menghadapi berbagai tantangan, kinerja kuartal IV terakselerasi signifikan dan menjadi momentum untuk pertumbuhan lebih tinggi,” kata Purbaya dalam keterangan resmi, Minggu (8/2/2026).

Menkeu menjelaskan, permintaan domestik yang solid, peningkatan investasi, optimalisasi belanja pemerintah, stabilitas ekspor, serta dukungan penempatan kas negara di perbankan komersial menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan.

Dari sisi produksi, sektor bernilai tambah tinggi dan aktivitas pendukung mobilitas masyarakat menjadi kontributor utama.

APBN juga memainkan peran strategis dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi, diperkuat oleh sinergi kebijakan moneter dan sektor keuangan.

Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,11 persen secara tahunan pada kuartal IV 2025 dan 4,98 persen sepanjang tahun.

Pertumbuhan ini mencerminkan daya beli masyarakat yang terjaga, seiring peningkatan mobilitas dan inflasi yang terkendali.

Peningkatan Indeks Penjualan Riil dan transaksi daring menjadi indikator kinerja konsumsi rumah tangga yang baik.

Pemerintah mengklaim telah menyalurkan berbagai insentif dan stimulus, seperti bantuan sosial, Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS), serta program magang.

Momentum Natal dan Tahun Baru, ditambah kebijakan diskon transportasi, turut mendorong mobilitas masyarakat.

Sepanjang 2025, konsumsi pada sektor restoran dan hotel tumbuh 6,38 persen, sedangkan sektor transportasi dan komunikasi meningkat 6,32 persen.

Sementara itu, konsumsi pemerintah pada kuartal IV 2025 tumbuh 4,55 persen secara tahunan dan 2,5 persen sepanjang tahun.

Belanja negara berfungsi sebagai penyangga (shock absorber) untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menjalankan agenda prioritas pemerintah.

Pemerintah mencatat realisasi belanja program prioritas sebesar Rp 805,4 triliun, terutama untuk penguatan daya beli, stabilisasi harga, dan peningkatan produktivitas, serta tambahan stimulus sebesar Rp 110,7 triliun bagi rumah tangga dan dunia usaha.