Balikpapan – Pasar properti di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, diprediksi akan mengalami lonjakan permintaan hunian pada tahun 2026 mendatang. Tren positif ini dipengaruhi oleh keberlanjutan pembangunan tahap kedua Ibu Kota Nusantara (IKN) serta peningkatan aktivitas industri yang mendorong mobilitas pekerja ke wilayah tersebut.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kota Balikpapan, Robi Ariadi, menegaskan bahwa pembangunan IKN memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan pasar properti di daerah penyangga. Menurutnya, dinamika pembangunan di IKN menjadi katalis utama dalam meningkatkan kebutuhan tempat tinggal bagi para pendatang dan pekerja.
Lebih lanjut, Robi menjelaskan bahwa pembiayaan perumahan melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) juga memainkan peran krusial dalam mendukung proyeksi pertumbuhan tersebut.






