Jakarta – Binus University dan Sarinah berkolaborasi lewat pameran Rupa Kala untuk menghadirkan ruang kreatif yang memadukan budaya lokal, desain kontemporer, dan teknologi bagi generasi muda.
Pameran ini tidak sekadar menampilkan karya seni mahasiswa, tetapi juga menjadi upaya memperkuat branding budaya Nusantara agar lebih selaras dengan perkembangan industri kreatif. Berbagai karya yang dipamerkan menghadirkan tafsir baru atas motif tradisional, nilai budaya, dan kearifan lokal melalui medium visual, film, animasi, fesyen, hingga teknologi digital.
Dekan School of Design Binus University, Danendro Adi, mengatakan Rupa Kala merupakan bagian dari komitmen kampus untuk melahirkan talenta kreatif yang mampu bersaing secara global tanpa meninggalkan identitas budaya Indonesia.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas generasi muda Indonesia memiliki akar yang kuat pada budaya, sekaligus mampu berkembang seiring kemajuan teknologi,” ujarnya, Selasa, 5 Mei 2026.
Binus University juga menampilkan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan eksplorasi budaya dengan inovasi desain modern, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam proses kreatif yang human-centered.
Pendekatan itu menunjukkan bahwa teknologi ditempatkan sebagai alat untuk memperkuat kreativitas, bukan menggantikan unsur budaya dan manusia. Kolaborasi dengan Sarinah juga dimanfaatkan untuk memperluas eksposur karya mahasiswa kepada publik yang lebih luas.
Kehadiran pameran di ruang komersial seperti Sarinah dinilai membuka peluang agar karya kreatif mahasiswa tidak hanya dipandang sebagai proyek akademik, tetapi juga memiliki nilai industri dan pasar.
“Pameran ini menjadi bukti bagaimana mahasiswa kami dari berbagai disiplin desain mampu menggabungkan warisan budaya Nusantara dengan pendekatan kontemporer dan teknologi sehingga menghasilkan karya yang tidak hanya relevan secara artistik, tetapi juga memiliki nilai bagi industri dan masyarakat,” kata Danendro.
Melalui Rupa Kala, Binus University dan Sarinah menegaskan upaya membangun ekosistem kreatif yang menghubungkan pendidikan, budaya, teknologi, dan industri dalam satu ruang kolaborasi.






