Ranah

Bupati Agam Dukung Retret Wawasan Kebangsaan Pemuda

66
×

Bupati Agam Dukung Retret Wawasan Kebangsaan Pemuda

Sebarkan artikel ini
diinisiasi-dispora-dan-dprd-sumbar,-retret-wawasan-kebangsaan-pemuda-2026-digelar
Diinisiasi Dispora dan DPRD Sumbar, Retret Wawasan Kebangsaan Pemuda 2026 Digelar

Lubuk Basung – Retret Wawasan Kebangsaan Pemuda Tahun 2026 di Camping Ground Garuda Mas, Nagari Manggopoh, pada Selasa (5/5), menjadi ajang pembinaan karakter sekaligus penguatan nasionalisme bagi generasi muda. Kegiatan yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat bersama Anggota DPRD Sumbar, Ridwan Dt Tumbijo, itu juga menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga nilai kebangsaan di tengah perubahan zaman.

Pemerintah Kabupaten Agam turut memberikan dukungan melalui kehadiran Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia, Taslim, yang mewakili Bupati Agam. Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemasangan kokarde oleh Taslim, Kepala Dispora Sumbar Mahdianur yang mewakili Gubernur Sumbar, Ridwan Dt Tumbijo, serta Camat Lubuk Basung Ricky Eka Putra bersama para pemangku kepentingan lainnya.

Ridwan Dt Tumbijo menilai retret ini dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan pemuda. Ia berharap kegiatan serupa semakin berkembang di dunia pendidikan dan mampu melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual, sekaligus memiliki nasionalisme yang kuat.

“Inti kegiatan ini adalah bagaimana memberikan wawasan dan semangat cinta kepada tanah air. Diharapkan ke depan kegiatan retret ini semakin eksis di dunia pendidikan, sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual, tetapi juga memiliki rasa nasionalisme yang tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, gelombang pertama pelaksanaan retret ini diharapkan bisa menjadi contoh pembinaan generasi muda di tengah masyarakat. Ridwan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Taslim menegaskan, pembinaan karakter melalui retret penting untuk memperkuat jati diri, nasionalisme, dan tanggung jawab generasi muda terhadap masa depan bangsa. Menurut dia, retret bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan ruang untuk menarik diri sejenak dari rutinitas guna melakukan refleksi dan pengembangan diri.

Ia juga menilai generasi muda saat ini mulai mengalami penurunan ketangguhan dan mudah terpengaruh gaya hidup yang kurang produktif. Kondisi itu, kata dia, berbeda dengan generasi terdahulu yang ditempa oleh perjuangan dan pengorbanan.

“Tokoh-tokoh bangsa seperti Bung Hatta, Sutan Syahrir, Agus Salim, Rohana Kudus, dan Siti Manggopoh telah menunjukkan semangat juang, disiplin, serta dedikasi tinggi untuk bangsa. Nilai-nilai inilah yang harus diwarisi oleh generasi muda saat ini,” tegasnya.

Taslim menambahkan, kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan panjang yang penuh pengorbanan. Karena itu, generasi sekarang harus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif sekaligus menjaga kedaulatan bangsa.

Ia juga mengingatkan adanya ancaman “penjajahan gaya baru” melalui penyalahgunaan teknologi, narkoba, dan budaya luar yang merusak karakter. Melalui retret ini, peserta diharapkan mampu melakukan refleksi diri, memperluas wawasan, dan memperkuat komitmen menjadi pemuda yang berintegritas, berdaya saing, serta berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Di sisi lain, Mahdianur menyoroti pemanfaatan teknologi digital sebagai peluang bagi generasi muda, terutama dalam pengembangan ekonomi kreatif. Dispora Sumbar, kata dia, mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis digital melalui pelatihan dan pembentukan komunitas penjualan online, sekaligus membuka ruang bagi kreator muda.

“Dispora Sumbar mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis digital melalui pelatihan dan pembentukan komunitas penjualan online, sekaligus membuka ruang bagi kreator muda,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pemuda tidak terjebak pada dampak negatif perkembangan teknologi. “Jangan sampai kita diperbudak oleh gadget. Justru kita harus mampu memanfaatkannya untuk peningkatan ilmu pengetahuan dan ekonomi di masa depan,” katanya.

Retret bertema Membangun Karakter Pemuda yang Berjiwa Nasionalis, Berintegritas, dan Berwawasan Kebangsaan dalam Bingkai Empat Pilar Kebangsaan itu dikemas dengan konsep perkemahan di alam terbuka di kawasan Objek Wisata Garuda Mas. Model kegiatan ini memberi pengalaman langsung kepada peserta untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, dan kebersamaan.

Peserta juga diajak menelusuri nilai historis Manggopoh sebagai daerah perjuangan, termasuk semangat kepahlawanan Siti Manggopoh yang menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap penjajahan.