Ranah

BRI Rebranding: Jangkau Semua Kalangan, Lebih Inklusif

375
×

BRI Rebranding: Jangkau Semua Kalangan, Lebih Inklusif

Sebarkan artikel ini
rebranding-bri:-ingin-jadi-bank-yang-lebih-universal-untuk-semua-kalangan
Rebranding BRI: Ingin Jadi Bank yang Lebih Universal untuk Semua Kalangan

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) melakukan rebranding logo dan pendekatan baru ke nasabah. Langkah strategis ini diambil untuk memperluas jangkauan ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa BRI ingin menjadi bank yang universal, modern, inklusif, serta lebih dekat dengan generasi milenial.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Menara BRIlian, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Keputusan rebranding ini didasarkan pada riset mendalam yang dilakukan oleh Kantar, Kadence, dan Nielsen. Hasil riset menunjukkan bahwa BRI dinilai terlalu merakyat dan terkesan “tua” di kalangan masyarakat urban dan anak muda.

Selain itu, riset juga mengungkap bahwa koneksi emosional dengan merek BRI masih lemah. Identitas merek dinilai belum sepenuhnya selaras dengan ekspektasi Gen Z, serta kurang menjadi pilihan utama di kalangan urban dan segmen bisnis konsumer kecil-menengah.

Hery Gunardi mengakui bahwa tingkat kesadaran masyarakat terhadap BRI cukup tinggi. Namun, persepsi terhadap BRI masih beragam.

Oleh karena itu, BRI menyadari pentingnya meningkatkan komunikasi kepada publik.

“Saya mau menyatakan sekali lagi bahwa BRI adalah banknya rakyat Indonesia atau bank untuk semua,” tegas Hery.

Rebranding logo BRI mencakup perubahan pada warna dan ketebalan garis. BRI juga mengadopsi identitas desain yang lebih kekinian, dengan tujuan menjangkau semua kalangan, termasuk generasi muda.

Dengan rebranding ini, BRI berharap dapat meningkatkan kesejahteraan finansial setiap individu dan bisnis di Indonesia. BRI meyakini bahwa setiap individu dan bisnis berhak mendapatkan akses yang setara dan akan mendukung setiap ambisi yang ada.

Hery menambahkan bahwa UMKM tetap menjadi fokus utama BRI. Ke depannya, BRI akan terus mempertahankan persentase nasabah UMKM sebagai solusi bagi mereka, dengan target antara 40-50 persen.

Di usia yang ke-130 tahun, BRI terus bertransformasi, mulai dari budaya perusahaan hingga model bisnis.