RanahSosial

Bundo Kanduang DKI Jakarta Luncurkan Sekolah Adat Jaga Nilai Budaya Minangkabau

66
×

Bundo Kanduang DKI Jakarta Luncurkan Sekolah Adat Jaga Nilai Budaya Minangkabau

Sebarkan artikel ini
seminar-nasional-budaya-minangkabau-digelar,-sekolah-adat-nusantara-bakal-terwujud 
Seminar Nasional Budaya Minangkabau Digelar, Sekolah Adat Nusantara Bakal Terwujud 

Jakarta – Perkumpulan Bundo Kanduang DKI Jakarta resmi menginisiasi pendirian Sekolah Adat Nusantara sebagai langkah strategis untuk melestarikan nilai-nilai luhur budaya Minangkabau di tengah gempuran modernisasi. Peluncuran lembaga pendidikan ini menjadi puncak dari Seminar Nasional bertajuk “Menjaga Adat, Merawat Jati Diri, Mewariskan Nilai Budaya kepada Generasi Muda” yang dihelat di Ruang Nusantara V, Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (20/6/2026).

Ketua Bundo Kanduang DKI Jakarta, Dr. Rosita Medina, MM, memandang adat Minangkabau bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan fondasi moral yang harus tetap hidup dalam keseharian generasi penerus. Tantangan utama saat ini, menurutnya, adalah mengemas nilai-nilai tradisional agar tetap relevan dan menarik bagi generasi muda yang sangat akrab dengan ekosistem digital.

“Tugas kita bukan memaksa mereka kembali ke masa lalu, tetapi menghadirkan adat dengan cara yang komunikatif dan membanggakan. Kami ingin Bundo Kanduang menjadi ruang pendidikan, kaderisasi, serta literasi bagi penguatan karakter anak-anak Minang di mana pun mereka berada,” ungkap Rosita.

Selain meresmikan sekolah adat melalui penandatanganan prasasti, forum tersebut juga meluncurkan buku berjudul “Akar yang Tetap Hidup”. Karya ini menjadi simbol ajakan bagi masyarakat untuk menjaga akar budaya agar tetap kokoh di tengah perubahan zaman yang dinamis.

Sejumlah tokoh penting turut hadir memberikan dukungan, di antaranya ahli waris Kerajaan Pagaruyung sekaligus Guru Besar Universitas Andalas, Prof. Dr. Puti Reno Raudhah Taib, MP; Kepala Biro Sekretariat Pimpinan DPD RI, Empi Muslion, S.Sos, MT; serta akademisi Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Wesnina, MSn.

Ketua Pelaksana kegiatan, Erni Almaasri, menyebutkan bahwa keberhasilan acara ini merupakan buah kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hingga Kementerian Kebudayaan RI. Dukungan pemerintah tampak nyata dengan kehadiran Sekretaris Direktorat Jenderal Diplomasi Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan Kemenbud, Mardisontori SH, dalam diskusi yang dipandu oleh Dr. Romi Nursyam.

Rosita berharap, inisiatif ini tidak berhenti pada seremoni semata. Ia menekankan pentingnya tindak lanjut konkret berupa perumusan kebijakan, rekomendasi pendidikan adat, serta program berkelanjutan yang konsisten.

“Mari jadikan adat bukan hanya sesuatu yang dikenang, tetapi sesuatu yang dijalankan. Budaya harus menjadi kekuatan untuk membangun masa depan,” tegasnya.