Pariaman – Penyelenggaraan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 menghadirkan nuansa baru pada prosesi Manabang Batang Pisang yang berlangsung Sabtu (20/6). Ritual yang menjadi simbol historis ketajaman pedang pasukan Raja Yazid bin Muawiyah dalam Perang Karbala tersebut kini menerapkan skema teknis yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, menjelaskan bahwa perubahan mencakup pergeseran lokasi sekaligus jadwal pelaksanaan bagi dua kelompok tabuik yang terlibat. “Perbedaan prosesi manabang batang pisang tahun ini terletak pada lokasi penebangan dan waktu pelaksanaannya,” ujar Ferialdi.
Jika pada edisi terdahulu Tabuik Pasa melakukan penebangan di Kelurahan Alai Gelombang dan Tabuik Subarang di Kelurahan Lohong, kini panitia memusatkan lokasi di rumah tabuik masing-masing dengan sistem pertukaran jadwal.
Dalam skema baru ini, Tabuik Pasa melaksanakan prosesi di rumah Tabuik Subarang selepas salat Asar. Sementara itu, Tabuik Subarang menggelar ritual serupa di rumah Tabuik Pasa setelah salat Magrib. Penyesuaian teknis ini menjadi pembeda utama dalam rangkaian tradisi tahun ini, sekaligus memberikan warna baru bagi masyarakat yang menyaksikan peristiwa yang merefleksikan gugurnya cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali tersebut.






