PemerintahanRanah

Bupati Eka Putra Apresiasi Inovasi Kembali ke Surau Polres Tanah Datar

18
×

Bupati Eka Putra Apresiasi Inovasi Kembali ke Surau Polres Tanah Datar

Sebarkan artikel ini
pemkab-puji-inovasi-kembali-ke-surau-polres-tanah-datar
Pemkab Puji Inovasi Kembali ke Surau Polres Tanah Datar

Batusangkar – Seluruh Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) se-Kabupaten Tanah Datar secara resmi menyepakati penolakan tegas terhadap segala bentuk aktivitas LGBT melalui penyerahan dokumen Letter of Intent (LoI).

Kapolres Tanah Datar, AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto, menyerahkan dokumen kesepakatan kolektif tersebut sebagai landasan penguatan norma sosial di wilayah Luhak Nan Tuo.

Pihak kepolisian berharap aspirasi tokoh adat ini segera ditindaklanjuti pemerintah daerah melalui perumusan payung hukum yang kuat, baik berupa Peraturan Daerah maupun Peraturan Bupati.

Momentum penyerahan dokumen ini berlangsung bertepatan dengan acara doa bersama peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Masjid Nur Ihsan Al Madani, Selasa (30/9).

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan program Kembali ke Surau yang digagas oleh jajaran Polres setempat.

Orang nomor satu di Tanah Datar tersebut menilai inovasi ini sebagai langkah unik yang belum pernah diimplementasikan oleh Polres lain di seluruh wilayah Sumatera Barat.

Pemerintah daerah menaruh harapan besar agar Wakapolres beserta jajaran tetap konsisten menjaga keberlangsungan program tersebut demi dampak positif yang lebih luas.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati menyampaikan apresiasi atas dedikasi AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto selama mengabdi di wilayah hukum Tanah Datar.

Eka Putra mendoakan agar rotasi jabatan yang akan dijalani Kapolres menjadi batu loncatan bagi kemajuan kariernya di masa depan.

AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto memaknai rangkaian kegiatan doa bersama ini sebagai refleksi pengabdian sekaligus sarana memperkuat kolaborasi spiritual dengan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Masjid Nur Ihsan Al Madani yang mengadopsi nuansa Kota Suci Madinah Munawwarah ditujukan sepenuhnya untuk melayani kebutuhan masyarakat umum.

Karya arsitektur bernuansa religius tersebut diproyeksikan menjadi ikon destinasi religi baru yang membanggakan bagi Kabupaten Tanah Datar.