Batusangkar – Tim Satgas Bencana terus berupaya menjangkau korban banjir bandang dan longsor di Tanah Datar, Sumatera Barat. Akses yang sempat terputus kini mulai bisa ditembus.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengungkapkan perkembangan terkini penanganan bencana tersebut.
“Masyarakat di nagari terdampak sudah diungsikan ke posko pengungsian di Nagari Batu Taba dan rumah warga yang aman,” kata Eka Putra saat berada di Pro 1 RRI Padang, Selasa (2/12).
Bencana yang menerjang Nagari Sumpur, Padang Laweh Malalo, dan Guguak Malalo sempat memutus jalur darat. Akibatnya, warga terisolasi dan bantuan harus disalurkan melalui jalur air menggunakan kapal dan perahu.
Saat ini, 6.418 warga mengungsi di 11 kecamatan dan 35 nagari terdampak. Eka Putra berharap informasi ini dapat mempercepat penyaluran bantuan ke Tanah Datar.
Eka Putra bersama Dandim 0307, Polres, BPBD, Dinas Kesehatan, Satgas Kecamatan, Satgas Nagari, dan relawan terus bekerja keras membantu korban.
“Kami rutin turun setiap hari memastikan kebutuhan masyarakat dan pengungsi terpenuhi, seperti makanan, air bersih, hingga kebutuhan bayi dan ibu-ibu,” ujarnya.
Bupati Eka Putra juga menyampaikan terima kasih atas bantuan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi, daerah tetangga, dan perantau.
“Alhamdulillah, bantuan sudah mulai masuk ke posko dan masyarakat. Mari kita doakan semoga musibah ini cepat berlalu,” tuturnya.
Data terakhir mencatat 67 rumah hanyut, 131 rumah rusak berat, 29 ruas jalan rusak berat, 20 jembatan putus, dan 33 unit irigasi rusak. Tiga orang meninggal dunia dan satu orang masih hilang.






