Padang – Waspada cuaca ekstrem! Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperpanjang prakiraan cuaca ekstrem di Sumatera Barat hingga 29 November 2025.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar) Arry Yuswandi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Dinamika perkembangan terus kita pantau, dan dukungan data dari BMKG masuk secara konsisten,” ujar Arry, Kamis (16/5/2024).
Arry menjelaskan, durasi cuaca ekstrem di Sumbar lebih panjang dari perkiraan semula. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas kebencanaan.
“Kami meminta masyarakat berhati-hati, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor,” imbaunya.
BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau menjelaskan, Bibit Siklon Tropis 95B di Selat Malaka memicu pertemuan arus angin di Sumbar.
Kondisi ini diperkuat fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) negatif yang meningkatkan suplai uap air.
Kombinasi faktor ini menciptakan atmosfer labil dan memicu pertumbuhan awan hujan tebal. Hujan berintensitas tinggi dan berdurasi panjang terjadi dalam sepekan terakhir.
BMKG memprediksi potensi hujan lebat hingga ekstrem disertai angin kencang masih dapat terjadi hingga 29 November 2025.
Wilayah yang diprediksi terdampak antara lain Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Pasaman, Pesisir Selatan, serta Kota Padang Panjang, Kota Pariaman, dan Kota Padang.






