EkonomiRanah

Bulog Amankan Stok Beras Sumut Jelang Nataru

188
×

Bulog Amankan Stok Beras Sumut Jelang Nataru

Sebarkan artikel ini
bulog:-stok-beras-sumut-ada-34-ribu-ton,-20-ribu-ton-untuk-nataru
Bulog: Stok Beras Sumut Ada 34 Ribu Ton, 20 Ribu Ton untuk Nataru

Medan – Kabar baik bagi warga Sumatera Utara (Sumut) yang akan merayakan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Bulog memastikan stok bahan pokok di wilayah tersebut aman.

Kepastian ini disampaikan Bulog di tengah upaya penyaluran bantuan pangan dan penyerapan gabah dari petani.

Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Sumut, Erwin Budiana, mengungkapkan stok beras Bulog secara nasional mencapai 3,4 juta ton.

“Sebanyak 34 ribu ton di antaranya berada di Sumut,” kata Erwin dalam temu pers di kantor gubernur, Rabu (26/11/2025).

Erwin menambahkan, jumlah ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan Bulog.

“Stok kita tahun ini paling besar yang pernah dimiliki Bulog. Dari 34 ribu ton itu, sekitar 20 ribu ton digunakan untuk kebutuhan Nataru,” jelasnya.

Selain beras, Bulog Sumut juga memiliki stok minyak goreng sebanyak 2,5 juta liter, jagung 1.400 ton, dan gula pasir 285 ton.

Menurut Erwin, jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir Desember, bahkan awal 2026.

Penyerapan gabah dari petani lokal menjadi penopang utama ketersediaan stok, mencapai 131 persen dari target.

“Artinya stok akan terus bertambah,” sebutnya.

Saat ini, Bulog juga tengah menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng.

Dari kuota 16.899 ton beras, realisasi penyaluran mencapai sekitar 3.000 ton.

Sementara untuk minyak goreng, dari 3,3 juta liter, baru tersalur sekitar 1 juta liter.

“Bantuan pangan yang berakhir bulan ini, akan kami ajukan agar diperpanjang sampai Desember mengingat kebutuhan menjelang Nataru,” ungkap Erwin.

Bulog juga terus menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan realisasi sekitar 500 ton per hari.

Stok beras SPHP yang tersedia saat ini sebanyak 20.000 ton, sedangkan kebutuhan hingga akhir Desember diperkirakan mencapai 15 ribu ton.

“Beras SPHP dijual Rp 14 ribu per kilogram. Kalau ada yang menjual di atas harga tersebut, laporkan kepada kami,” tegas Erwin.

Ia menambahkan, beras SPHP ini ditujukan untuk membantu masyarakat.

“Kalau supermarket atau toko mitra tidak menjual beras ini, laporkan ke Bulog,” imbuhnya.

Untuk menjaga stabilitas harga menjelang Nataru, Bulog berencana menggelar pasar murah.

Meski demikian, Erwin mengakui potensi pedagang nakal memanfaatkan momen Nataru untuk mencari keuntungan tetap ada.

Harga juga akan ditentukan oleh distribusi di pasar dan dinamika permintaan.

“Jika ada kecurangan, segera laporkan kepada Bulog, termasuk kecurangan timbangan yang tidak kalibrasi,” tegasnya.

“Kami yakin stok akan terus bertambah dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga menghadapi Nataru,” pungkas Erwin.