Agam – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menelan ratusan korban jiwa. Wakil Bupati Agam, M. Iqbal, menyebut curah hujan ekstrem sebagai penyebab utama bencana ini.
Penegasan ini disampaikan Iqbal saat meninjau Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, pada Senin (15/12/2025).
Iqbal menepis anggapan bahwa kerusakan hutan atau illegal logging menjadi pemicu banjir bandang.
“Ini murni karena curah hujan tinggi, tak ada illegal logging,” tegasnya.
Menurut Iqbal, hujan deras yang berlangsung tanpa henti selama seminggu membuat kontur tanah menjadi labil.
Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Agam mencapai puncaknya pada 26-27 November 2025.
Data terbaru menunjukkan, korban tewas akibat bencana ini mencapai 192 jiwa.
Selain itu, 72 orang masih dinyatakan hilang.
Lebih dari 4.330 warga terpaksa mengungsi, dan sekitar 1.500 unit rumah mengalami kerusakan.






