Jakarta – Pemerintah Indonesia akan menambah kepemilikan saham di PT Freeport Indonesia (PTFI) menjadi 63 persen. Kesepakatan divestasi telah mencapai titik temu.
Danantara Indonesia mengumumkan, negara akan mendapatkan tambahan 12 persen saham PTFI.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan penandatanganan kesepakatan akan segera dilakukan.
“Prinsipnya kesepakatan itu sudah tercapai,” kata Rosan di Jakarta Convention Center, Rabu (8/10/2025).
Menurut Rosan, tambahan 12 persen saham tersebut akan didapatkan secara cuma-cuma.
Rosan mengklaim, kesepakatan ini merupakan hasil negosiasi selama lebih dari enam bulan. Ia menegaskan, kesepakatan ini tidak terkait dengan kejadian force majeure di PTFI.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya juga menyatakan finalisasi negosiasi penambahan saham Freeport sebesar 12 persen.
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, belum memberikan komentar karena belum ada penandatanganan.
Tony juga enggan mengkonfirmasi klaim pemerintah terkait saham yang dilepas mencapai 12 persen dan free of charge.
Divestasi ini merupakan salah satu syarat perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Operasi Produksi Freeport yang akan berakhir pada 2041.






