Ranah

Danantara Pantau Tekanan Perang pada Arus Kas Garuda

120
×

Danantara Pantau Tekanan Perang pada Arus Kas Garuda

Sebarkan artikel ini
garuda-indonesia-alami-3-tekanan-akibat-perang-as-iran
Garuda Indonesia Alami 3 Tekanan Akibat Perang AS-Iran

Jakarta – Perang di Timur Tengah mulai menekan bisnis Garuda Indonesia melalui kenaikan harga avtur, pelemahan rupiah, dan gangguan lalu lintas udara. Dampaknya dinilai paling terasa pada sektor transportasi dan logistik.

Managing Director Finance Danantara Asset Management Sahala Situmorang mengatakan perhatian utama pihaknya terhadap Garuda saat ini tertuju pada arus kas perusahaan. Ia menilai efek tekanan eksternal tersebut sangat signifikan bagi maskapai pelat merah itu.

“Namun khusus untuk Garuda, kami fokus pada arus kas mereka, karena hal itu berdampak sangat signifikan bagi mereka,” ujar Sahala dalam acara Fitch on Indonesia 2026 di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.

Sahala menambahkan, Danantara secara rutin berkomunikasi dengan Garuda Indonesia untuk membahas dampak perang terhadap bisnis perusahaan berkode saham GIAA tersebut. Pembahasan juga mencakup kemungkinan dukungan pembiayaan dari Danantara serta kontribusi dari BUMN lain.

Meski menghadapi tekanan, Garuda Indonesia masih menunjukkan perbaikan kinerja. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit, Garuda membukukan rugi periode berjalan sebesar US$ 46,48 juta atau sekitar Rp 800,7 miliar pada kuartal I 2026, dengan kurs Rp 17.230 per dolar AS.

Kerugian itu turun dibandingkan kuartal I tahun sebelumnya yang mencapai US$ 76,49 juta. Dari sisi pendapatan, Garuda mencatatkan usaha senilai US$ 762,35 juta atau sekitar Rp 13,1 triliun, naik dari US$ 723,56 juta pada periode yang sama tahun lalu.