Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mendesak Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk memprioritaskan penguatan kompetensi dan perlindungan profesi bagi para pendidik.
Instruksi tersebut disampaikan Mahyeldi dalam pembukaan Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) I PGRI Sumbar 2026 di Hotel Truntum, Padang, Jumat (4/9/2026).
Ia menegaskan bahwa guru memegang peran sentral sebagai penentu masa depan bangsa melalui pembentukan karakter generasi penerus.
Dalam agenda yang sama, Harneli Mahyeldi resmi dikukuhkan sebagai Ibunda Guru PGRI Provinsi Sumatera Barat untuk masa bakti 2024-2029.
Mahyeldi berharap kepengurusan baru PGRI mampu menghadirkan lingkungan kerja yang kondusif bagi tenaga pendidik.
Perlindungan profesi dinilai sebagai fungsi krusial organisasi dalam menjamin keamanan serta pemenuhan hak-hak guru secara menyeluruh.
Kualitas pendidikan nasional disebut sangat bergantung pada keberhasilan negara dalam memberdayakan posisi guru di tengah masyarakat.
Wali Kota Padang, Fadli Amran, turut memberikan apresiasi atas pengukuhan tersebut sembari mendorong sinergi kuat antara pemerintah daerah dan dunia pendidikan.
Fadli menekankan urgensi menyiapkan generasi muda yang kompetitif dan adaptif dalam menghadapi tantangan global.
Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, memberikan pujian atas komitmen pemerintah daerah di Sumatera Barat yang dinilai sangat berpihak pada kesejahteraan guru.
Unifah menegaskan bahwa kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan tidak akan memberikan dampak maksimal tanpa sentuhan pendidikan yang berkualitas.
Ia menyatakan kebanggaannya melihat para guru di Sumatera Barat mendapatkan perlindungan nyata melalui kolaborasi erat antara organisasi dan pemerintah.
Konkerprov I PGRI Sumbar yang berlangsung hingga 6 September 2026 ini menjadi momentum strategis untuk mengonsolidasikan mutu pendidikan masa depan.






