Padang – Masyarakat Kota Padang diminta untuk lebih selektif dan bijak dalam mengonsumsi daging kurban selama perayaan Idul Adha. Melimpahnya stok daging sapi maupun kambing di tengah masyarakat berisiko memicu pola makan berlebihan yang dapat berdampak negatif bagi kesehatan jika tidak dikelola dengan tepat.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Lidia Febrina, mengingatkan bahwa meski daging merupakan sumber protein hewani, zat besi, dan vitamin yang baik, konsumsinya harus tetap berada dalam batas wajar. Ia menyarankan masyarakat untuk membatasi porsi makan agar tidak berlebihan.
“Ada yang perlu diperhatikan, seperti membatasi porsi konsumsi. Porsi aman konsumsi daging adalah 50-70 gram per kali makan,” ujar Lidia, Rabu (27/5/2026).
Selain mengatur porsi, Lidia menekankan pentingnya menyeimbangkan asupan daging dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan. Langkah ini dinilai krusial untuk membantu tubuh dalam proses penyerapan kolesterol.
Dari sisi pengolahan, masyarakat diimbau untuk beralih ke metode yang lebih sehat. Penggunaan santan kental secara berulang sebaiknya dihindari. Sebagai alternatif, daging dapat diolah menjadi hidangan yang lebih ringan seperti sup, asam padeh, atau sate.
“Paling terpenting yakni menjaga kebersihan pangan atau daging. Memastikan daging diolah secara bersih dan aman,” tegasnya.
Selain memperhatikan kualitas bahan dan cara memasak, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga hidrasi tubuh dengan mencukupi kebutuhan air putih selama periode perayaan Idul Adha agar kondisi kesehatan tetap terjaga.






