Ranah

Dinas PUPR Padang Normalisasi Sungai dan Irigasi Terdampak Banjir Bandang

469
×

Dinas PUPR Padang Normalisasi Sungai dan Irigasi Terdampak Banjir Bandang

Share this article
pasca-galodo,-dinas-pupr-padang-normalisasi-sejumlah-sungai-dan-irigasiĀ 
Pasca Galodo, Dinas PUPR Padang Normalisasi Sejumlah Sungai dan IrigasiĀ 

Padang – Banjir bandang yang menerjang Kota Padang pada 28 November 2025 lalu, meninggalkan dampak yang meluas, tidak hanya berupa genangan air yang merendam area permukiman warga, tetapi juga kerusakan signifikan pada kondisi sungai dan jaringan irigasi di berbagai wilayah kota. Derasnya arus air saat bencana menyebabkan perubahan alur sungai yang drastis, pengikisan tebing sungai yang parah, serta pendangkalan sungai akibat tumpukan material banjir berupa pasir, lumpur, potongan kayu, dan bebatuan.

Menanggapi kondisi pascabencana ini, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat melakukan penanganan. Langkah utama yang diambil adalah normalisasi aliran sungai dan saluran irigasi yang terdampak langsung oleh banjir bandang. Proses normalisasi ini menggunakan alat berat dengan tujuan mengembalikan fungsi sungai dan irigasi seperti semula. Normalisasi ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi optimal sungai dan irigasi dalam menampung dan mengalirkan debit air, sehingga mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Kegiatan normalisasi sungai dilaksanakan di beberapa titik strategis yang dianggap paling parah kerusakannya. Salah satu lokasi fokus utama adalah Kampung Tanjung, yang terletak di Kelurahan Gunung Sarik. Kegiatan normalisasi di lokasi ini dimulai pada Jumat, 19 Desember 2025. Selain Kampung Tanjung, kegiatan normalisasi juga menyasar aliran Sungai Kuranji, terutama di bagian yang mengarah ke kawasan Batu Busuk. Beberapa aliran sungai lain yang mengalami perubahan alur dan pendangkalan akibat banjir bandang juga menjadi prioritas dalam kegiatan normalisasi ini.

Tidak hanya sungai-sungai besar, Dinas PUPR Kota Padang juga memberikan perhatian khusus pada normalisasi jaringan irigasi yang terdampak banjir. Jaringan irigasi ini memiliki peran penting dalam mendukung sektor pertanian di Kota Padang, sehingga perlu segera dinormalisasi agar tidak mengganggu aktivitas pertanian masyarakat. Penanganan jaringan irigasi dilakukan di beberapa daerah, seperti Cupak Tangah di Kecamatan Pauh, Kubu Utama Tabing Banda Gadang, Gurun Laweh, serta lokasi-lokasi lain yang mengalami penyumbatan saluran air akibat material banjir yang terbawa arus.

Di setiap lokasi yang menjadi target normalisasi, alat berat difungsikan secara maksimal untuk membersihkan endapan material yang menyumbat aliran air. Selain itu, dilakukan perbaikan alur aliran air agar kembali lancar, serta penataan kembali tebing sungai dan dinding irigasi yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir. Langkah-langkah normalisasi yang komprehensif ini diharapkan dapat melancarkan kembali aliran air, sehingga mencegah genangan air yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Langkah ini juga diharapkan dapat menekan risiko banjir susulan, terutama saat intensitas hujan tinggi.

Dinas PUPR Kota Padang menyampaikan bahwa kegiatan normalisasi ini akan terus dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan. Prioritas penanganan akan diberikan pada wilayah-wilayah yang mengalami tingkat kerusakan paling parah dan memiliki urgensi penanganan yang tinggi. Pemerintah Kota Padang juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang bermukim di sekitar bantaran sungai dan saluran irigasi, untuk tetap waspada terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi. Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di sekitar sungai dan saluran irigasi.

Dengan upaya normalisasi yang dilakukan secara menyeluruh dan partisipasi aktif dari masyarakat, Pemerintah Kota Padang berharap sistem pengendalian air di kota ini dapat kembali berfungsi secara optimal. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat terlindungi dengan lebih baik dari ancaman bencana hidrometeorologi di masa mendatang.