Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Saleh mendesak pemerintah melakukan pemetaan ulang yang komprehensif terkait penempatan 28.000 manajer Koperasi Desa Merah Putih.
Langkah ini dinilai krusial agar seluruh manajer dapat bekerja optimal sesuai dengan karakteristik wilayah serta kebutuhan masyarakat setempat.
Sebanyak 30.000 calon manajer sebelumnya telah menyelesaikan rangkaian pembekalan dan pelatihan intensif.
Namun, proses penempatan 28.000 personel tersebut kini terhambat oleh adanya laporan mengenai sejumlah calon yang mengundurkan diri.
Rahmat menekankan pentingnya sinkronisasi antara lokasi domisili calon manajer dengan wilayah penugasan mereka.
Ia meminta Kementerian Koperasi dan Kementerian Pertahanan lebih cermat dalam memetakan penempatan agar tidak menimbulkan kendala operasional di lapangan.
“Penempatan harus mempertimbangkan lokasi tempat tinggal,” ujar legislator asal Sumatera Barat I tersebut.
Selain faktor geografis, ia menyoroti urgensi aspek gender dalam penempatan tenaga kerja di daerah terpencil dengan medan berat.
Ia meminta pemerintah mengkaji ulang penempatan tenaga kerja perempuan di wilayah sulit guna memastikan efektivitas kerja tetap terjaga.
“Jangan sampai daerah pelosok yang butuh biaya besar atau akses sulit ditempati perempuan, sehingga nanti dikhawatirkan tidak maksimal,” tambahnya.
Politisi PKS ini juga menekankan pentingnya kedekatan emosional dan kultural antara manajer dengan masyarakat di lokasi tugas.
Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap adat istiadat setempat akan mempermudah komunikasi dan mempercepat proses adaptasi di lapangan.
“Seseorang yang ditempatkan di tempat yang ia pahami adat istiadatnya biasanya komunikasi akan lebih gampang,” jelas Rahmat.
Ia menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan anggaran negara yang telah terserap untuk seleksi dan pembinaan tidak terbuang percuma.
Penempatan yang tepat sasaran menjadi kunci utama agar program Koperasi Desa Merah Putih tidak terhambat oleh tingginya angka pengunduran diri atau performa manajer yang tidak maksimal.






