Jakarta – Fitch Ratings memangkas outlook atau proyeksi peringkat kredit empat bank besar di Indonesia, yaitu Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Central Asia (BCA), dan Bank Negara Indonesia (BNI). Namun, lembaga pemeringkat itu tetap mempertahankan peringkat kredit keempat bank tersebut di level BBB.
Langkah tersebut mengikuti revisi outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif pada Maret 2026. Fitch menilai perubahan itu mencerminkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan yang dapat memengaruhi arah fiskal jangka menengah dan buffer eksternal.
Fitch juga menyebut konflik Iran yang berkepanjangan menambah risiko penurunan. Risiko itu muncul apabila kenaikan harga energi global menekan kemampuan debitur dalam membayar utang.
Meski demikian, Fitch menegaskan kinerja utama sistem perbankan masih sehat. “Namun, metrik kinerja utama sistem perbankan tetap sehat, dengan cadangan kerugian pinjaman yang memadai dan kapitalisasi yang kuat sehingga menyediakan buffer yang cukup untuk menyerap potensi pelemahan dalam skenario dasar kami,” tulis Fitch dalam pengumumannya, dikutip Kamis, 23 April 2026.
Sementara itu, Tim Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai investor asing agresif melepas saham empat bank tersebut selama tiga bulan terakhir. Kiwoom mencatat jual bersih investor asing pada BBCA mencapai Rp22 triliun, BBRI Rp5,4 triliun, BMRI Rp3,6 triliun, dan BBNI Rp2,7 triliun.
“Kekhawatiran kami adalah rupiah melemah, suku bunga acuan BI sudah turun, dan bank-bank akan sulit mengejar pertumbuhan net interest income (NII) tahun ini,” tulis tim riset Kiwoom Sekuritas dalam keterangannya, dikutip Kamis, 23 April 2026.






