RanahSosial

Gubernur Mahyeldi Kumpulkan Forkopimda Perkuat Langkah Strategis Cegah Ancaman Narkotika

7
×

Gubernur Mahyeldi Kumpulkan Forkopimda Perkuat Langkah Strategis Cegah Ancaman Narkotika

Sebarkan artikel ini
narkoba-hingga-lgbt-jadi-perhatian,-gubernur-mahyeldi-perkuat-sinergi-forkopimda-susun-langkah-terpadu
Narkoba hingga LGBT Jadi Perhatian, Gubernur Mahyeldi Perkuat Sinergi Forkopimda Susun Langkah Terpadu

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kini menetapkan status waspada tinggi menyusul indikasi kuat bahwa wilayah tersebut telah bertransformasi menjadi lokasi produksi narkotika.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, langsung mengonsolidasikan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam rapat strategis di Istana Gubernur, Selasa (4/8/2026).

Pertemuan tersebut membedah kompleksitas ancaman sosial, mulai dari peredaran narkoba, fenomena LGBT, hingga maraknya judi daring.

Mahyeldi menegaskan bahwa temuan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) mengenai aktivitas produksi narkoba di daerah ini menuntut respons yang jauh lebih agresif dan komprehensif.

Penegakan hukum konvensional dinilai belum cukup untuk memutus mata rantai persoalan yang kian sistemik ini.

Oleh karena itu, pemerintah kini mewajibkan sinergi lintas sektor, mulai dari unit keluarga terkecil hingga tatanan pemerintahan nagari.

Dinas Pendidikan menerima instruksi tegas untuk memperketat akses orang asing ke lingkungan sekolah demi membentengi siswa dari perekrutan negatif.

Pemerintah daerah menuntut identifikasi ketat bagi setiap individu yang memasuki area sekolah untuk menjamin keamanan generasi muda.

Lembaga adat dan pemerintah nagari turut diminta berperan aktif sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dini penyalahgunaan obat terlarang serta perjudian daring.

Data mengejutkan terungkap dari skrining 12 ribu siswa baru SMA yang menunjukkan 21 persen di antaranya pernah menjadi korban kekerasan.

Dinas terkait bersama guru bimbingan konseling akan segera menjalankan program pendampingan intensif bagi siswa terdampak.

Terkait isu LGBT, pemerintah mengambil langkah persuasif melalui layanan psikologis dan kolaborasi dengan lembaga sosial ahli.

Kepala BNNP Sumbar, Toton Rasyid, membeberkan fakta bahwa jumlah penyalahguna narkoba di wilayah ini telah menyentuh angka 63 ribu orang.

Kelompok usia produktif antara 15 hingga 24 tahun menjadi korbannya, dengan faktor utama terjebak dalam pergaulan bebas.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Wedy Mahadi, memaparkan capaian impresif dengan menyita hampir satu ton ganja, 42 kilogram sabu, dan ratusan pil ekstasi selama semester pertama 2026.

Kepala Badan Intelijen Daerah Sumbar, Achmad Dailimy, mendesak penguatan pengawasan di jalur-jalur tikus pintu masuk perbatasan Riau dan Jambi.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Dedie Tri Hariyadi, menekankan bahwa penguatan ketahanan keluarga merupakan kunci utama keberhasilan rehabilitasi penyalahguna narkoba.

Seluruh jajaran Forkopimda berkomitmen penuh mengintegrasikan strategi deteksi dini dan tindakan hukum demi menjaga stabilitas keamanan daerah.