Padang – Pengurus Provinsi Squash Indonesia Sumatera Barat periode 2026-2030 resmi mengemban tugas setelah dilantik di Daima Hotel Padang pada Selasa (4/8/2026).
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Squash Indonesia, Ir. Max Bambang Sumantri.
Hadir dalam seremoni tersebut Ketua Umum KONI Sumatera Barat Hamdanus serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Barat Mahdianur.
Ketua Pengprov Squash Indonesia Sumatera Barat, H. Yofialdi, menegaskan bahwa pelantikan ini menandai dimulainya komitmen nyata untuk memajukan prestasi squash di tingkat nasional hingga internasional.
“Pelantikan hari ini adalah awal dari amanah besar untuk menggemakan dan menerbangkan prestasi olahraga squash di Sumatera Barat,” ujar Yofialdi.
Guna mewujudkan visi tersebut, pengurus telah merumuskan lima sasaran strategis yang akan dilaksanakan selama empat tahun ke depan.
Langkah konkret yang disiapkan meliputi modernisasi tata kelola melalui digitalisasi basis data atlet serta ekspansi pembentukan pengurus cabang di lima kabupaten dan kota.
Program “Squash Go to School & Campus” pun disiapkan untuk menyasar 20 institusi pendidikan sebagai upaya mempopulerkan cabang olahraga ini kepada generasi muda.
Pihaknya juga memprioritaskan sistem pemanduan bakat berkelanjutan bagi atlet usia dini kategori U-11 hingga U-17.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia turut menjadi perhatian dengan menargetkan pencetakan 10 pelatih dan delapan wasit bersertifikat nasional.
Di sisi infrastruktur, pengurus aktif menjajaki kemitraan strategis untuk menyediakan fasilitas latihan yang lebih representatif bagi para atlet.
Target jangka pendek yang dibidik mencakup raihan medali pada babak kualifikasi PON serta pengiriman atlet ke Pelatnas PB Squash Indonesia.
Yofialdi mengharapkan sinergi kuat dari KONI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar target ambisius tersebut dapat terealisasi dengan maksimal.






