Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, melantik Andree Harmadi Algamar sebagai Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar, Kamis (12/2/2026). Pelantikan berlangsung di Auditorium Gubernuran.
Selain Andree Algamar, Mahyeldi juga melantik 65 Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar.
Mahyeldi menegaskan, pelantikan ini bertujuan memperkuat tata kelola birokrasi dan pendidikan di Sumbar.
“Jabatan ini bukan sekadar kepercayaan administratif, tetapi tanggung jawab moral dan spiritual,” kata Mahyeldi dalam sambutannya.
Mahyeldi menjelaskan, pengisian jabatan telah melalui mekanisme sesuai sistem merit. Kompetensi, rekam jejak, dan kebutuhan organisasi menjadi pertimbangan utama.
“Birokrasi yang kuat hanya bisa dibangun dengan orang-orang yang tepat pada posisi yang tepat,” tegasnya.
Kepada Kepala Biro Umum yang baru, Mahyeldi menekankan peran strategis Biro Umum sebagai tulang punggung kelancaran administrasi dan dukungan teknis pimpinan.
“Jika Biro Umum tertib dan sigap, kerja pimpinan akan lebih efektif. Sebaliknya, jika lamban dan tidak presisi, kebijakan yang baik pun bisa terhambat,” kata Mahyeldi.
Andree Algamar sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Padang. Ia juga sempat mengikuti seleksi jabatan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar.
Mahyeldi mengingatkan pentingnya integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan. Loyalitas, menurutnya, harus sejalan dengan kepatuhan terhadap aturan.
“Loyalitas itu penting, tetapi harus berjalan bersama integritas. Jangan ada toleransi terhadap hal-hal yang menyimpang dari aturan,” ujarnya.
Kepada 65 Kepala SMA yang dilantik, Mahyeldi menekankan bahwa sekolah memegang peran sentral dalam membentuk generasi masa depan bangsa. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter.
“Sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu, tetapi tempat membentuk karakter dan membangun peradaban,” ucapnya.
Mahyeldi mendorong para kepala sekolah untuk memperkuat literasi dan numerasi, menghadirkan inovasi pembelajaran, serta menanamkan nilai akhlak dan budaya kepada peserta didik.






