Ranah

Harga Emas Selamatkan Kinerja Freeport Saat Produksi Merosot

338
×

Harga Emas Selamatkan Kinerja Freeport Saat Produksi Merosot

Sebarkan artikel ini
harga-emas-selamatkan-pendapatan-freeport-di-tengah-penurunan-produksi
Harga Emas Selamatkan Pendapatan Freeport di Tengah Penurunan Produksi

Jakarta – PT Freeport Indonesia (PTFI) mengalami penurunan produksi signifikan akibat longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Caving.

Meski begitu, pendapatan perusahaan tetap terdongkrak berkat harga tembaga dan emas yang melambung tinggi.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, mengungkapkan produksi saat ini hanya 70 ribu ton bijih per hari.

Angka ini hanya 30% dari kapasitas normal yang mencapai 210 ribu ton per hari.

“Insiden 8 September lalu memaksa kami menghentikan operasi hampir 50 hari,” ujar Tony dalam rapat dengan Komisi VI DPR, Senin (24/11/2025).

Penghentian operasi dilakukan untuk fokus mencari tujuh pekerja yang sempat terjebak.

Operasi tambang baru bisa dimulai lagi pada 28 Oktober setelah mendapat izin dari Kementerian ESDM dan Inspektur Tambang.

Saat ini, hanya dua tambang yang beroperasi: DMLZ (60 ribu ton bijih per hari) dan Big Gossan (10 ribu ton).

Tambang Grasberg Block Caving, penopang utama produksi, masih belum beroperasi.

Meski produksi tembaga turun 30% dan emas anjlok 50% dari rencana, pendapatan Freeport justru terbantu lonjakan harga komoditas.

Dalam RKAB 2025, harga tembaga diasumsikan US$3,75 per pound.

Namun, saat ini harga tembaga sudah mencapai US$4,46 per pound.

“Dengan kenaikan harga tersebut, pendapatan tembaga masih bisa tumbuh 19% di atas rencana meski produksinya hanya 70%,” kata Tony.

Harga emas juga berada di atas proyeksi US$1.900 per troy ounce, sehingga ikut memperkuat pendapatan.

Tony memproyeksikan pendapatan perusahaan hingga akhir 2025 mencapai US$8,51 miliar atau sekitar Rp 142 triliun.

Angka ini setara 82% dari target RKAB sebesar US$10,4 miliar.

“Walaupun produksi turun tajam, pendapatan hanya turun 18% dari rencana,” jelas Tony.

Kinerja operasi juga sempat terhambat insiden kebakaran di salah satu fasilitas smelter pada Oktober 2024.

Smelter harus berhenti beroperasi untuk mencegah emisi sulfur dioksida yang mencemari lingkungan dan baru pulih pada Mei 2025.

Secara keseluruhan, hingga akhir tahun ini, Freeport memperkirakan produksi tembaga mencapai 70% target (sekitar 537 ribu ton dari rencana 770 ribu ton).

Sementara itu, produksi emas diperkirakan mencapai 50% target (sekitar 33-34 ton dari rencana 67 ton).

“Pemulihan produksi sedang kami percepat, tetapi keselamatan pekerja tetap prioritas utama,” pungkas Tony.