Pangkalpinang – HIPMI Bangka Belitung akan ambil bagian aktif dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengelola 30 titik dapur di berbagai lokasi.
Ketua Umum BPD HIPMI Bangka Belitung, Harry Ardianto Arsani, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait rencana ini.
“Dari total 142 titik dapur MBG di Bangka Belitung, sebanyak 30 titik akan kami kelola,” kata Harry di sela-sela Rapat Kerja Daerah HIPMI Bangka Belitung, Sabtu (18/10/2025).
Rakerda HIPMI bertujuan mencari solusi terkait kendala pengelolaan dapur MBG, terutama masalah rantai pasok pangan.
Kondisi geografis Bangka Belitung sebagai daerah kepulauan menjadi perhatian khusus terkait rantai pasok dan ketahanan pangan.
Salah satu tantangan utama adalah pemenuhan kebutuhan telur yang mencapai 380 ribu butir untuk 142 titik MBG.
HIPMI sedang mengkaji kemampuan pasokan telur lokal dan opsi pengiriman dari Palembang.
“Anggota HIPMI bukan hanya menjadi penonton, melainkan pelaku utama dalam mengelola MBG ini,” tegas Harry.
Permodalan sempat menjadi kendala, namun telah diatasi melalui kerja sama dengan BNI dan Bank Sumsel Babel untuk akses permodalan.
Ombudsman Bangka Belitung menyoroti pentingnya standar operasional dan keamanan program MBG.
Kepala Perwakilan Ombudsman, Shulby Yozar Ariadhy, menemukan beberapa catatan yang perlu diperbaiki, termasuk SOP penanganan pengaduan dan survei menu berkala.
Ombudsman juga menemukan masalah distribusi makanan kering menggunakan kendaraan terbuka dan potensi benda asing dalam makanan.
“Kami mengajak semua pihak untuk melihat fakta di lapangan dan memperbaiki celah sistem agar tidak ada risiko bagi penerima manfaat,” pungkas Yozar.






