EkonomiRanah

Insentif BI Mendorong IHSG Bergerak Naik Hari Ini

180
×

Insentif BI Mendorong IHSG Bergerak Naik Hari Ini

Sebarkan artikel ini
ihsg-menguat-seiring-sentimen-positif-insentif-bi-ke-perbankan
IHSG Menguat seiring Sentimen Positif Insentif BI ke Perbankan

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (29/10/2025).

IHSG melonjak didorong sentimen positif rencana Bank Indonesia (BI) memberikan insentif bagi perbankan yang menurunkan suku bunga kredit.

IHSG ditutup naik 73,59 poin atau 0,91 persen ke level 8.166,22.

Indeks LQ45 juga menguat 14,11 poin atau 1,72 persen ke posisi 836,72.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna, menjelaskan penguatan IHSG didorong oleh saham-saham perbankan besar dan pertambangan.

Sentimen positif datang dari upaya BI menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) bagi bank yang menurunkan suku bunga kredit lebih cepat mulai 1 Desember 2025.

Insentif ini didasarkan pada suku bunga kredit/pembiayaan (interest rate channel) dengan nilai paling tinggi sebesar 0,5 persen dari Dana Pihak Ketiga (DPK).

Bank dengan elastisitas suku bunga kredit baru kurang dari 0,3 tidak akan mendapatkan insentif.

Sementara, bank dengan elastisitas suku bunga kredit baru antara 0,3 hingga lebih dari 0,6 akan diberikan insentif.

Untuk elastisitas bunga kredit baru antara 0,3-0,6, insentif yang diberikan sebesar 40 basis poin (bps) atau 0,4 persen dari DPK.

Elastisitas bunga lebih dari 0,6, insentif sebesar 50 bps atau 0,5 persen dari DPK.

Selain itu, ekspektasi pemulihan ekonomi domestik pada kuartal IV 2025 dan indikasi harga komoditas emas yang rebound juga menjadi sentimen positif.

Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan pengumuman hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps ke kisaran 3,75-4 persen.

Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat bergerak ke zona negatif sebelum akhirnya kembali menguat di sesi kedua.

Tercatat tujuh sektor menguat, dipimpin oleh sektor barang baku yang naik 3,46 persen.

Sektor barang konsumen non primer dan sektor keuangan juga menguat masing-masing 1,45 persen dan 1,32 persen.

Sementara itu, empat sektor melemah, dengan sektor industri turun paling dalam sebesar 0,75 persen.

Saham-saham yang mencatat penguatan terbesar antara lain INOV, FISH, TOOL, PORT, dan STRK.

Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah TOBA, LABA, MICE, BBSS, dan OBAT.

Frekuensi perdagangan saham mencapai 2.239.884 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,37 miliar lembar saham senilai Rp 22,75 triliun.

Secara keseluruhan, 335 saham naik, 316 saham menurun, dan 140 saham tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia juga menunjukkan pergerakan beragam.

Indeks Nikkei menguat 0,24 persen, indeks Hang Seng melemah 0,33 persen, indeks Shanghai menguat 0,22 persen, dan indeks Strait Times melemah 0,23 persen.