Jakarta – Investasi di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Kementerian Investasi/BKPM mencatat realisasi investasi pada kuartal IV-2025 mencapai Rp 496,9 triliun.
Capaian ini melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, investasi ini juga menyerap ratusan ribu tenaga kerja.
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengungkapkan realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp 1.931,2 triliun. Angka ini melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 1.905,6 triliun.
“Investasi kuartal IV-2025 berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sebanyak 754.186 orang,” kata Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Secara tahunan (year-on-year/yoy), realisasi investasi kuartal IV-2025 meningkat 9,7 persen. Angka ini juga naik 1,1 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Realisasi investasi pada periode ini terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
PMA tercatat sebesar Rp 256,3 triliun atau 51,6 persen dari total investasi. Angka ini meningkat 4,3 persen secara tahunan.
Sementara itu, PMDN menyumbang Rp 240,6 triliun atau 48,4 persen dari total realisasi investasi kuartal IV-2025. PMDN meningkat 16,2 persen secara tahunan.
Singapura menjadi negara asal investor PMA terbesar dengan nilai investasi mencapai US$ 4,8 miliar.
Hong Kong menyusul di posisi kedua dengan nilai investasi US$ 3,4 miliar. Kemudian, Cina (US$ 2,1 miliar), Malaysia (US$ 1,7 miliar), dan Jepang (US$ 0,8 miliar).
Dari sisi PMDN, investasi di luar Jawa mendominasi dengan nilai Rp 294,4 triliun. Meski demikian, angka ini turun 4,2 persen secara tahunan.
Investasi di Jawa tercatat sebesar Rp 247,5 triliun, meningkat 28,7 persen secara tahunan.
Rosan menambahkan, peningkatan PMA didorong oleh persepsi positif investor terhadap stabilitas politik dan ekonomi Indonesia. Selain itu, respons positif terhadap kebijakan investasi yang diterapkan pemerintah juga menjadi faktor pendorong.






