Ranah

Isra Mikraj: Shalat Membentuk Moral, Sosial Umat

145
×

Isra Mikraj: Shalat Membentuk Moral, Sosial Umat

Sebarkan artikel ini
esensi-terdalam-israk-mikraj
Esensi Terdalam Israk Mikraj

Solok – Kementerian Agama Kota Solok mengajak umat Islam untuk menjadikan Isra Mikraj sebagai momentum perbaikan moral dan sosial. Peristiwa ini bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga sarat dengan pesan mendalam.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kota Solok, Irawadi Uska, baru-baru ini.

Irawadi menjelaskan, Isra Mikraj terjadi pada masa sulit Nabi Muhammad SAW, yang dikenal sebagai ‘am al-huzn (tahun kesedihan mendalam).

Perintah shalat dalam Isra Mikraj, kata Irawadi, menjadi penghubung antara langit dan bumi, komunikasi vertikal dengan Allah SWT, dan komunikasi horizontal dengan sesama manusia.

“Kemaslahatan sosial dan kebaikan moral akan lahir ketika nilai-nilai shalat diinternalisasi dalam jiwa seorang hamba secara baik,” tegasnya.

Nilai-nilai shalat seperti disiplin waktu, kesetaraan derajat, dan kepatuhan pada aturan, menumbuhkan budaya saling menghormati, keadilan, dan kepedulian.

Lebih lanjut, Irawadi menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW diperlihatkan siksaan di neraka akibat perilaku sosial dan moral manusia, seperti ghibah, tidak membayar zakat, dan selingkuh.

“Dari sekian banyak tafsir, menjemput atau terbawanya perintah shalat adalah pendapat terkuat tentang esensi Isra Mikraj,” ungkap Irawadi.

Ia mengajak umat Islam untuk “melangitkan diri seraya membumikan shalat”, yang berarti menyeimbangkan aspek spiritual dan praktis dalam kehidupan.

“Melangitkan diri berarti mengangkat jiwa dan kesadaran menuju hadirat Allah SWT, sementara membumikan shalat berarti menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.