Bogor – Jurnalis senior Jeremy Teti menekankan pentingnya integritas bagi seorang jurnalis dalam menyampaikan fakta. Hal ini ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam acara “CIMB Niaga Jurnalisme Inspiratif: Journalist Class & Workshop” di Bogor, Jumat (12/12/2025).
Jeremy Teti bersama jurnalis Rory Asyari mengisi materi dengan tema “Dua Gaya Jurnalisme & Masa Depan Jurnalistik”.
“Kadang susah membedakan mana fakta mana sensasi. Tapi ada hal yang tak boleh berubah: keberanian, integritas, dan komitmen,” tegas Jeremy.
Jeremy berbagi pengalamannya saat awal terjun ke dunia jurnalistik. Dulu, informasi diperoleh dari berita resmi dengan proses pencarian data yang tidak mudah.
Kini, teknologi memudahkan jurnalis mendapatkan informasi dari berbagai sumber, termasuk media sosial. Namun, informasi tersebut seringkali tidak lengkap dan menimbulkan kerancuan.
Ia berpesan agar jurnalis tetap mencari informasi secara lengkap dan berhati-hati, serta selalu berpihak pada korban atau pihak yang dirugikan.
Rory Asyari menambahkan, derasnya informasi di media sosial justru menjadi peluang bagi jurnalis untuk menunjukkan integritas.
“Jurnalis itu punya kesempatan untuk bertanya ke banyak narasumber. Manfaatkan itu untuk menyampaikan informasi ke masyarakat,” kata Rory.
Menurutnya, jurnalis memiliki kemampuan verifikasi yang tidak dimiliki oleh informasi yang beredar di media sosial.
Selain mengumpulkan fakta, kekuatan jurnalis juga terletak pada kemampuan membangun cerita yang memuat unsur penjelasan, konsekuensi, dan alasan mengapa suatu peristiwa penting bagi publik.
Rory juga berpesan agar media menjalankan fungsi pengawasan dengan tetap kritis, independen, dan strategis.
CIMB Niaga menyelenggarakan pelatihan bagi jurnalis tentang cara beradaptasi dengan kemajuan teknologi tanpa mengabaikan akurasi dan kredibilitas informasi.
Kegiatan Jurnalisme Inspiratif yang berlangsung 11-13 Desember 2025 ini juga menghadirkan pembicara dari Bocor Alus Politik Tempo, yaitu Raymundus Rikang, Hussein Abri Dongoran, dan Francisca Christy Rosana.
Mereka berbagi pengalaman di balik layar pembuatan podcast politik tersebut.
Rikang menjelaskan, salah satu motivasinya adalah beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan menjangkau generasi yang lebih memilih mendapatkan informasi melalui gawai.
“Akses informasinya dari ponsel saja. Dan dari sini memungkinkan kami membuat diferensiasi konten, inovasi, yang salah satunya dengan podcast Bocor Alus Politik,” jelas Rikang.
Bocor Alus Politik juga bertujuan untuk menjangkau publik yang lebih luas, termasuk memberikan ruang bagi komunitas akar rumput untuk bersuara.
Rangkaian acara Jurnalisme Inspiratif selama tiga hari ini juga menghadirkan Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei, Head of Emerging Business Banking CIMB Niaga Tony Tardjo, Anggota Dewan Pers 2025-2028 Abdul Manan, Aktris dan Penggiat Sustainability Nadine Chandrawinata, Wakil Pemimpin Umum Kompas Tri Agung Kristanto, serta Senior Fotografer Arbain Rambey.






