RanahTeknologi

Kaspersky Tingkatkan Penjualan di Tengah Lonjakan Ancaman Siber Indonesia

144
×

Kaspersky Tingkatkan Penjualan di Tengah Lonjakan Ancaman Siber Indonesia

Sebarkan artikel ini
indonesia-dibombardir-serangan-siber
Indonesia Dibombardir Serangan Siber

Jakarta – Kaspersky mencatat lonjakan signifikan ancaman siber di Indonesia sepanjang tahun lalu, baik dari segi volume maupun kompleksitas serangan. Perusahaan keamanan siber global tersebut berhasil mendeteksi dan memblokir 14.909.665 serangan berbasis web serta 39.718.903 ancaman pada perangkat di tanah air.

Selain serangan tersebut, Kaspersky mengungkapkan bahwa 20 persen perusahaan di Indonesia menjadi sasaran serangan rantai pasokan (supply chain attack) selama periode yang sama.

Di tengah meningkatnya kebutuhan akan pertahanan siber yang kuat, Kaspersky melaporkan pertumbuhan bisnis yang positif secara global, termasuk di kawasan Asia Pasifik dan Indonesia.

Secara global, Kaspersky membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 4 persen secara tahunan (YoY) dengan nilai mencapai US$836 juta atau setara Rp14,2 triliun pada 2025.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan penjualan portofolio produk B2B sebesar 16 persen YoY. Di kawasan Asia Pasifik, penjualan segmen B2B tumbuh 12 persen YoY, sementara segmen enterprise mencatatkan kenaikan 22 persen YoY.

Khusus untuk segmen perusahaan non-endpoint di Asia Pasifik, Kaspersky mencatat peningkatan yang lebih signifikan, yakni sebesar 40 persen YoY.

Pihak Kaspersky menyatakan telah mengembangkan teknologi dan layanan keamanan siber selama hampir tiga dekade. Mereka mengklaim sebagai pelopor dalam penerapan pembelajaran mesin (machine learning) dan kecerdasan buatan (AI) sejak tahun 2004.

Saat ini, solusi yang ditawarkan perusahaan melindungi berbagai lapisan pengguna, mulai dari individu, korporasi besar, hingga sistem pemerintahan.

Jakarta – Kaspersky mencatat lonjakan signifikan ancaman keamanan siber di Indonesia sepanjang tahun lalu. Berdasarkan data perusahaan, sebanyak 14.909.665 serangan berbasis web dan 39.718.903 ancaman pada perangkat berhasil dideteksi serta diblokir di tanah air.

Selain serangan tersebut, Kaspersky mengungkapkan bahwa 20 persen perusahaan di Indonesia menjadi sasaran serangan rantai pasokan (supply chain attack) selama periode yang sama.

Di tengah meningkatnya ancaman tersebut, Kaspersky melaporkan pertumbuhan bisnis yang positif secara global, termasuk di kawasan Asia Pasifik (APAC) dan Indonesia.

Secara global, Kaspersky membukukan total penjualan sebesar US$836 juta atau setara Rp14,2 triliun pada 2025. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 4 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan penjualan portofolio produk B2B sebesar 16 persen YoY. Tren serupa juga terlihat di kawasan Asia Pasifik yang mencatatkan pertumbuhan keseluruhan sebesar 4 persen YoY.

Di kawasan Asia Pasifik, segmen bisnis B2B Kaspersky tumbuh sebesar 12 persen YoY. Sementara itu, segmen enterprise mencatatkan pertumbuhan yang lebih signifikan, yakni sebesar 22 persen YoY sepanjang tahun lalu.

Khusus untuk segmen perusahaan non-endpoint di Asia Pasifik, Kaspersky mencatat peningkatan yang signifikan sebesar 40 persen YoY.

Pihak Kaspersky menyatakan telah mengembangkan teknologi dan layanan keamanan siber selama hampir tiga dekade. Mereka mengklaim sebagai pelopor dalam penerapan pembelajaran mesin (machine learning) dan kecerdasan buatan (AI) sejak tahun 2004.

Saat ini, solusi yang ditawarkan Kaspersky melindungi berbagai lapisan pengguna, mulai dari individu, korporasi besar, hingga sistem pemerintahan.