EkonomiKampusKu

Kebun Terang: Cara Dosen dan Mahasiswa PNP Sulap Kebun Durian Jadi Energi Listrik

534
×

Kebun Terang: Cara Dosen dan Mahasiswa PNP Sulap Kebun Durian Jadi Energi Listrik

Sebarkan artikel ini

Minimnya akses listrik di area perbukitan sering kali memaksa para petani berjaga dalam kegelapan dengan fasilitas seadanya.

Padang – Musim durian di Kota Padang selalu menjadi momen yang dinanti-nanti, baik oleh penikmat buah berduri ini maupun para petani yang menggantungkan mata pencahariannya dari hasil bumi tersebut.

Namun, menjaga kebun durian di malam hari bukanlah perkara mudah.

Minimnya akses listrik di area perbukitan sering kali memaksa para petani berjaga dalam kegelapan dengan fasilitas seadanya.

Memahami kendala tersebut, tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik (D4 TRIL) Politeknik Negeri Padang (PNP) hadir membawa solusi nyata.

Pada hari Kamis, 14 Mei 2026, mereka meluncurkan program pengabdian masyarakat bertajuk ‘Kebun Terang’ di Kebun Durian Talago Zam-Zam, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Lewat program ini, tim PNP menginstalasi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mikro jenis off-grid (mandiri) untuk membantu penerangan dan menyediakan sumber daya listrik di kawasan perkebunan tersebut. 

Solusi Mandiri Ramah Lingkungan dengan PLTS Mikro

Program ‘Kebun Terang’ ini memanfaatkan potensi energi matahari yang melimpah untuk menghasilkan listrik mandiri tanpa bergantung pada jaringan PLN. Teknologi yang dipasang dirancang agar mudah dirawat dan ramah lingkungan.

Secara teknis, sistem PLTS mikro yang dipasang terdiri dari panel Surya dengan 2 unit panel surya berkapasitas masing-masing 100 Wp yang dihubungkan secara seri untuk menangkap energi matahari secara optimal.

Kemudian untuk Penyimpanan Energi dengan Baterai ramah lingkungan berteknologi tinggi jenis Lithium Iron Phosphate (LiFePO4) berkapasitas 50 Ah dengan tegangan 24 V. Sedangkan Daya Tersedia, sistem ini mampu menyuplai energi listrik hingga 960 Wh.

Energi listrik sebesar 960 Wh ini dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan operasional pondok petani. Hal itu dapat meliputi, penerangan untuk menyuplai 7 titik lampu LED hemat energi berkapasitas masing-masing 18 Watt (arus AC), pengisian daya dengan menyediakan fasilitas pengisian daya baterai telepon genggam (smartphone) atau perangkat komunikasi kecil lainnya bagi petani yang sedang berjaga dan pompa air dengan mengoperasikan 2 unit pompa air DC berdaya 24 watt dengan tegangan 24 volt untuk kebutuhan air bersih di sekitar pondok.

Meningkatkan Keamanan dan Produktivitas Petani

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat PNP, Yona Mayura, menjelaskan pemilihan lokasi di Limau Manis didasari oleh kebutuhan mendesak para petani durian lokal, khususnya saat musim panen tiba.

“Saat musim durian, aktivitas di kebun justru meningkat pada malam hari karena durian runtuh biasanya jatuh di waktu-waktu tersebut. Dengan adanya instalasi PLTS mikro berkapasitas 960 Wh ini, pondok petani kini menjadi terang benderang. Keamanan mereka saat menjaga kebun dari potensi pencurian maupun hewan liar kini jauh lebih terjaga,” ujar Yona Mayura.

Yona menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari penerapan ilmu terapan kampus langsung ke tengah masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Yona didampingi oleh rekan-rekan dosen PNP lainnya, yaitu Fibriyanti, Berlianti, Shindy Aliffianti Ulfiah, dan Dyah Ayu Kartika Sari, serta dibantu aktif oleh para mahasiswa kreatif seperti Adam Akbar, Fatwa Taqdisa, beserta rekan-rekan mahasiswa lainnya.

Harapan Baru untuk Petani Limau Manis

Untuk tahap awal, instalasi listrik tenaga surya ini baru diterapkan di satu pondok utama milik mitra kegiatan, yaitu Kelompok Tani Kebun Durian Talago Zam-zam.

Meski baru menyasar satu titik, program ini tidak berhenti di sini. Tim PNP bersama kelompok tani setempat telah merancang rencana jangka panjang untuk memperluas jangkauan distribusi listrik.

Ke depannya, aliran listrik dari pusat panel surya ini direncanakan akan dialirkan secara bertahap ke pondok-pondok petani lain yang berada di sekitar area tersebut.

Sementara, Ketua Kelompok Tani Kebun Durian Talago Zam-zam, Indra Wizar menyambut baik inisiatif ini.

Menurutnya, bantuan teknologi tepat guna dari Politeknik Negeri Padang ini tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga mengangkat produktivitas dan kesejahteraan para petani yang selama ini kesulitan beraktivitas optimal di malam hari.

Dengan adanya sinergi antara akademisi dan masyarakat seperti program “Kebun Terang” ini, kawasan Limau Manis tidak hanya dikenal dengan kelezatan duriannya, tetapi juga menjadi pelopor pemanfaatan energi terbarukan di sektor pertanian Kota Padang.