Sawahlunto – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) kini memikul tanggung jawab ganda sebagai humas instansi. Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Barat, Mustafa, menekankan bahwa setiap pegawai wajib menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi positif serta menangkal hoaks di ruang digital.
Mustafa mengingatkan bahwa kinerja maksimal tanpa publikasi yang baik akan sia-sia di mata masyarakat. “Humas bukan hanya tugas pranata humas, tetapi tugas kita semua. Kalau kita tidak mempublikasikan kegiatan yang baik, orang tidak akan tahu walaupun kita bekerja siang malam,” tegasnya saat memberikan pembinaan di Kantor Kemenag Kota Sawahlunto, Selasa (19/5).
Para ASN didorong untuk lebih proaktif memanfaatkan media sosial pribadi sebagai kanal diseminasi capaian dan program kerja lembaga. Langkah ini dinilai krusial untuk meminimalisir kesalahpahaman publik akibat beredarnya potongan video atau informasi yang tidak akurat. Selain aspek komunikasi, integritas perilaku juga menjadi poin penting yang ditekankan sebagai representasi lembaga di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Mustafa turut menyoroti pentingnya akurasi data kepegawaian. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk disiplin melakukan pembaruan data pada aplikasi yang tersedia dengan memegang teguh prinsip “data mu tanggung jawab mu”.
Di sisi lain, Kantor Kemenag Kota Sawahlunto tengah menyiapkan program strategis bertajuk “Sawahlunto Berdzikir” yang akan diimplementasikan pasca Idul Adha. Kepala Kantor Kemenag Kota Sawahlunto, Zulkifli, menjelaskan bahwa program ini menyasar seluruh jenjang pendidikan madrasah, mulai dari MIN, MTsN, hingga MA.
Kegiatan ini mewajibkan siswa untuk membiasakan diri melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al-Qur’an sebelum memulai kegiatan belajar mengajar. “Siswa-siswi akan membaca Asmaul Husna, kemudian dilanjutkan membaca Al-Qur’an sekitar dua baris atau selama lima menit sebelum PBM dimulai,” pungkas Zulkifli.






