Ranah

Kemendag Cetak Mahasiswa Jadi Eksportir Muda Melalui Program Campuspreneur

134
×

Kemendag Cetak Mahasiswa Jadi Eksportir Muda Melalui Program Campuspreneur

Sebarkan artikel ini
mendag:-rasio-kewirausahaan-ri-di-bawah-malaysia
Mendag: Rasio Kewirausahaan RI di Bawah Malaysia

Solo – Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi meluncurkan program “Campuspreneur: Pengembangan Wirausaha Berorientasi Ekspor” di Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah, Kamis (2/4/2026). Program ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan rasio kewirausahaan nasional yang saat ini masih berada di angka 3,29 persen.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan, angka rasio kewirausahaan Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia yang mencapai 8 persen. Bahkan, capaian tersebut masih jauh di bawah negara maju yang berada di kisaran 10 hingga 12 persen.

Budi menilai lingkungan kampus merupakan ekosistem krusial untuk mencetak wirausaha muda. Mahasiswa dinilai memiliki potensi besar untuk bertransformasi menjadi pelaku usaha sekaligus pencipta lapangan kerja baru.

Melalui program Campuspreneur, pemerintah memberikan dukungan komprehensif kepada mahasiswa. Dukungan tersebut meliputi pelatihan, pendampingan usaha, business matching, hingga pembukaan akses pasar domestik maupun internasional.

Kemendag juga berkomitmen memfasilitasi mahasiswa agar dapat terhubung dengan jaringan perdagangan internasional. Akses tersebut akan dibuka melalui perwakilan Indonesia di luar negeri.

Inisiatif ini dirancang untuk mencetak eksportir muda yang berdaya saing global. Budi optimistis sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi mampu membentuk ekosistem kewirausahaan yang inovatif dan berorientasi internasional.

Rektor UNS, Hartono, menyambut positif peluncuran program tersebut. Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus didorong menjadi job creator dan eksportir muda, bukan sekadar job seeker.

Menurut Hartono, program ini merupakan langkah visioner dalam memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global. Hal ini dilakukan melalui pengembangan sumber daya manusia yang adaptif dan berdaya saing tinggi.

Solo – Pemerintah berupaya meningkatkan rasio kewirausahaan nasional yang saat ini masih berada di angka 3,29 persen melalui peluncuran program “Campuspreneur: Pengembangan Wirausaha Berorientasi Ekspor”. Program tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso di Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah, Kamis (2/4/2026).

Menteri Budi mengungkapkan bahwa angka kewirausahaan Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia yang telah mencapai 8 persen. Bahkan, capaian tersebut masih jauh di bawah negara-negara maju yang berada di kisaran 10 hingga 12 persen.

Menurut Budi, lingkungan kampus menjadi ekosistem strategis untuk mencetak wirausaha baru. Mahasiswa