Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa data daftar pemilih untuk Pilkada serentak 2024 telah diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan tidak mengalami kebocoran.
“Data pemilih potensial sebanyak 207.110.768 telah kami serahkan ke KPU pada 2 Mei lalu,” ujar Tito.
Data tersebut diserahkan dalam bentuk digital (softcopy) dan telah dienkripsi. Tito meyakini hal ini dapat mencegah terjadinya kebocoran.
Meski demikian, Tito mengimbau KPU untuk waspada terhadap risiko kebocoran data. “Kalau terjadi kebocoran, tidak mungkin dari Kemendagri, tetapi kemungkinan dari KPU sendiri,” katanya.
Data tersebut akan diserahkan ke KPUD untuk verifikasi lapangan. Kemendagri akan terus memperbarui data, seperti data warga yang meninggal, anggota TNI/Polri, atau yang pindah alamat.
“Hasil pembaruan ini akan diserahkan ke KPU pusat setiap bulan untuk menghasilkan data pemilih akurat dan permanen,” tutur Tito.






