Bantul – Pemerintah Indonesia tengah mematangkan peta jalan nasional pengembangan kecerdasan artifisial (AI) guna memperkuat kedaulatan digital di tengah sengitnya persaingan teknologi global. Langkah ini diambil untuk memastikan inovasi tetap berkembang pesat tanpa mengabaikan aspek keamanan ruang digital nasional.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa pihaknya menghindari pendekatan reaksioner dalam menyusun regulasi AI. Menurutnya, kebijakan yang terlalu kaku justru berisiko menghambat adaptasi teknologi di berbagai sektor strategis, seperti keuangan, transportasi, pendidikan, hingga kesehatan.
“Karena teknologi berkembang begitu cepat, kita tidak boleh latah dan tidak boleh juga teknologi itu diatur secara reaksioner,” ujar Nezar dalam gelaran Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center, Jumat (22/05/2026).
Untuk menjaga relevansi aturan, pemerintah menerapkan pendekatan horizontal dengan menetapkan norma dan prinsip dasar terlebih dahulu. Strategi ini dinilai krusial sebagai langkah mitigasi terhadap dampak ganda teknologi, mulai dari potensi ekonomi hingga risiko kejahatan siber, penipuan daring, dan penyebaran hoaks.
Evolusi AI yang kini bergerak cepat dari sekadar chatbot menuju agentic AI hingga physical AI yang terintegrasi dengan robotika, menuntut arah kebijakan yang komprehensif. Dalam kerangka tersebut, perlindungan data pribadi ditempatkan sebagai fondasi utama.
“Mesin AI hidup dengan data. Karena itu, harus ada proteksi terhadap data pribadi,” tegas Nezar merujuk pada implementasi Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (PDP).
Di tengah dominasi pengembangan AI oleh negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan China, Nezar mendorong generasi muda Indonesia untuk lebih proaktif menguasai teknologi mutakhir. Ia berharap Indonesia mampu bertransformasi dari sekadar pasar produk digital global menjadi pemain kunci yang berdaulat.
“Kita tidak ingin hanya menjadi user atau sekadar pasar. Kita ingin menjadi pemain dan menciptakan kedaulatan digital Indonesia untuk masa depan,” pungkasnya.






