Jakarta – Meta resmi mengumumkan ekspansi layanan berlangganan berbayar untuk Instagram, Facebook, dan WhatsApp ke pasar global. Langkah ini menjadi upaya strategis perusahaan untuk mendiversifikasi arus pendapatan sekaligus mengurangi ketergantungan pada model bisnis iklan yang selama ini menjadi tumpuan utama.
Kepala Produk Meta, Naomi Gleit, memperkenalkan tiga lini layanan premium baru, yakni Instagram Plus, Facebook Plus, dan WhatsApp Plus. Ke depannya, seluruh layanan berbayar ini akan disatukan di bawah payung identitas tunggal bernama Meta One.
Respons pasar terhadap kebijakan ini tergolong positif, tecermin dari lonjakan harga saham Meta yang mencapai hampir 3 persen sesaat setelah pengumuman dirilis. Langkah ini dipandang sebagai upaya perusahaan menyeimbangkan neraca keuangan di tengah masifnya belanja modal untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI). Meta memproyeksikan belanja modal tahun ini berada di kisaran US$125 miliar hingga US$145 miliar-setara dengan Rp2.200 triliun hingga Rp2.552 triliun-yang mayoritas dialokasikan untuk pembangunan pusat data AI.
Terkait skema biaya, pengguna dapat mengakses Instagram Plus dan Facebook Plus dengan tarif US$3,99 atau sekitar Rp70 ribu per bulan. Sementara itu, WhatsApp Plus dibanderol dengan harga US$2,99 atau sekitar Rp52 ribu per bulan.
Keuntungan yang ditawarkan pun beragam. Pelanggan Instagram Plus dan Facebook Plus akan mendapatkan akses ke fitur eksklusif seperti analitik mendalam, statistik penonton story, jangkauan audiens yang lebih luas, serta opsi kustomisasi profil. Di sisi lain, WhatsApp Plus lebih menonjolkan aspek personalisasi, termasuk penyediaan stiker premium, nada dering khusus, serta tema aplikasi tambahan.
Strategi ini merupakan evolusi dari langkah Meta pada 2023, saat perusahaan memperkenalkan versi bebas iklan di Eropa guna mematuhi regulasi privasi data yang ketat. Kini, Meta memperluas model bisnis tersebut ke skala global dengan menawarkan nilai tambah fitur premium, bukan sekadar menghilangkan iklan.
Ke depan, Meta tengah mematangkan paket berlangganan khusus yang menyasar segmen bisnis, kreator konten, hingga produk berbasis AI lainnya. Ekspansi ini mencerminkan pergeseran model bisnis perusahaan teknologi raksasa dalam mencari pendapatan baru di tengah persaingan pengembangan AI yang semakin kompetitif dan membutuhkan biaya besar.






