Ranah

KKHI Makkah Perketat Pemantauan Jemaah Berisiko Tinggi

154
×

KKHI Makkah Perketat Pemantauan Jemaah Berisiko Tinggi

Sebarkan artikel ini
tim-dokter-pantau-jemaah-risiko-tinggi-embarkasi-padang-di-makkah
Tim Dokter Pantau Jemaah Risiko Tinggi Embarkasi Padang Di Makkah

Makkah – Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna, pengawasan kesehatan terhadap jemaah haji risiko tinggi Embarkasi Padang diperketat. Tim dokter spesialis dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah turun langsung ke hotel-hotel tempat jemaah menginap untuk memastikan kondisi fisik mereka tetap siap menghadapi fase terberat ibadah di Tanah Suci.

Pemeriksaan difokuskan pada jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta. Selain mengecek kondisi klinis, tim medis juga memantau kesehatan secara berkala serta memastikan obat-obatan rutin tetap tersedia selama masa krusial tersebut.

Sejumlah dokter spesialis ikut dalam visitasi intensif ini, di antaranya dr. Risma, dr. Agus Sulistiawati, dan dr. Ika. Seluruh langkah preventif itu berada di bawah pengawasan Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Makkah sekaligus Kepala KKHI Makkah, dr. Edi Supriyatna.

Petugas Kesehatan Haji Kloter PDG 12, dr. Maulidya Rahmi, menilai jemaah risiko tinggi membutuhkan perhatian ekstra karena mobilitas yang terbatas dan kondisi fisik yang rentan. Karena itu, pemeriksaan langsung ke hotel dipilih sebagai cara paling efektif untuk memastikan pemantauan berjalan optimal.

“Pelayanan kami lakukan langsung melalui visitasi ke hotel tempat jemaah menginap agar pemantauan kesehatan berjalan maksimal dan tepat sasaran,” kata Maulidya, Minggu (17/5/2026).

Upaya pengawasan itu kian penting di tengah cuaca Makkah yang belakangan terasa ekstrem dengan suhu yang terus meningkat. Dengan pengawasan ketat, petugas berharap dapat mencegah kelelahan berat serta dehidrasi yang berisiko dialami jemaah.

Tak hanya memeriksa dan mengamati kondisi fisik, tim medis juga aktif memberikan edukasi kesehatan kepada jemaah dan pendamping. Mereka diingatkan untuk mengatur aktivitas, menjaga asupan cairan, beristirahat cukup, dan tetap disiplin mengonsumsi obat.

“Kami terus mengimbau seluruh jemaah untuk mulai menghemat tenaga menjelang fase Armuzna. Hindari memaksakan diri melakukan aktivitas fisik yang berlebihan, termasuk ibadah sunah yang terlalu menguras energi, sebelum puncak haji tiba,” ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, memastikan seluruh jemaah haji Embarkasi Padang asal Sumatera Barat dan Bengkulu telah berada di Makkah. Sebelas kloter gelombang pertama yang lebih dulu tiba di Madinah juga telah dipindahkan secara bertahap ke Makkah sejak awal Mei.

Di tengah padatnya konsentrasi jemaah dari berbagai negara menjelang Armuzna, Rifki menempatkan mitigasi kesehatan sebagai prioritas. Ia menilai kolaborasi antara tim kesehatan kloter dan KKHI merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi jemaah.

“Kolaborasi tim kesehatan kloter bersama KKHI melalui pengawasan langsung ke hotel-hotel ini adalah langkah nyata kehadiran negara. Kami ingin memastikan seluruh jemaah, terutama kelompok lansia dan risiko tinggi, dalam kondisi siap dan sehat menghadapi puncak haji,” kata Rifki.

Ia juga meminta jemaah mengatur aktivitas dengan bijak dan memprioritaskan rangkaian ibadah wajib. Kesiapan fisik, ujarnya, menjadi kunci agar seluruh rukun dan wajib haji dapat ditunaikan dengan baik.

“Puncak ibadah haji sangat menguras tenaga dan menuntut kondisi fisik yang kuat. Karena itu, jemaah diminta untuk senantiasa menjaga stamina, memperbanyak istirahat di hotel, dan tidak memaksakan diri di luar batas kemampuan,” ujarnya.