Ranah

Pemprov Sumbar Terapkan Pertanian Modern untuk Genjot Produktivitas Pangan Daerah

3
×

Pemprov Sumbar Terapkan Pertanian Modern untuk Genjot Produktivitas Pangan Daerah

Sebarkan artikel ini
wagub-vasko:-pertanian-modern-jadi-kunci-tingkatkan-produksi-pangan-dan-ketahanan-pangan-sumbar
Wagub Vasko: Pertanian Modern Jadi Kunci Tingkatkan Produksi Pangan dan Ketahanan Pangan Sumbar

Solok – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi menerapkan sistem Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) untuk mendongkrak produktivitas pangan di daerah tersebut.

Langkah strategis ini dimulai melalui penanaman perdana benih padi di lahan Kelompok Tani Rawang Sari, Nagari Salayo, Kabupaten Solok, pada Sabtu (25/7/2026).

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menilai inovasi modernisasi menjadi solusi krusial dalam menghadapi tantangan keterbatasan lahan di tengah tingginya permintaan pangan.

Pemerintah menaruh ekspektasi besar agar teknologi ini tidak sekadar menjadi proyek percontohan, melainkan diimplementasikan secara masif demi mendongkrak kesejahteraan petani.

“Kita ingin teknologi ini benar-benar diterapkan oleh petani sehingga produktivitas meningkat dan kesejahteraan mereka ikut terangkat,” ungkap Vasko.

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumbar, Afniwirman, memaparkan bahwa metode PM-AAS mengandalkan mekanisasi presisi melalui sistem tanam benih langsung tanpa proses persemaian.

Teknik tersebut mewajibkan penggunaan benih sebanyak 70 hingga 80 kilogram per hektare guna memastikan kepadatan populasi tanaman yang optimal.

Pemerintah membidik target ambisius dengan capaian hasil panen mencapai 10 hingga 12 ton gabah per hektare melalui penerapan teknologi ini.

Penanaman di Nagari Salayo menjadi momentum bersejarah sebagai implementasi perdana berskala luas pasca fase uji coba.

Guna menjamin efektivitas di lapangan, pemerintah menyiapkan lebih dari seribu penyuluh pertanian sebagai pendamping teknis bagi kelompok tani.

Setiap penyuluh memikul tanggung jawab mengawal penerapan teknologi modern pada lahan seluas 50 hektare.

Program ini diproyeksikan mencakup total 50 ribu hektare lahan pertanian yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera Barat.

Pemprov Sumbar optimistis keberhasilan di Kabupaten Solok bakal menjadi motor penggerak daerah lain dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional.