EkonomiRanah

Koperasi Desa Lawan Ekspansi Ritel Modern

201
×

Koperasi Desa Lawan Ekspansi Ritel Modern

Sebarkan artikel ini
menteri:-koperasi-desa-merah-putih-bisa-mengadang-ekspansi-retail-modern
Menteri: Koperasi Desa Merah Putih Bisa Mengadang Ekspansi Retail Modern

Probolinggo – Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan optimisme Koperasi Desa Merah Putih (Kop Desa Merah Putih) akan menjadi pilar ekonomi rakyat. Hal ini guna menghadapi gempuran retail modern yang semakin merambah wilayah pedesaan.

Keyakinan ini disampaikan saat Konsolidasi Koperasi Desa Merah Putih di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (1/11/2025).

Ferry menilai, kehadiran retail modern hingga pelosok desa menyebabkan perputaran uang di desa tidak lagi dinikmati masyarakat setempat.

“Sekarang ini banyak retail modern yang masuk sampai pelosok-pelosok. Uang berputar di desa tapi tidak untuk warga desa,” kata Ferry, dikutip dari keterangan pers kementerian.

Menurutnya, koperasi desa adalah solusi untuk mengembalikan kendali ekonomi ke tangan warga. “Berbeda kalau koperasi desa yang mengelola gerai sembako, uangnya kembali ke warga desa,” imbuhnya.

Ferry menegaskan, program 80 ribu Kop Desa Merah Putih merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kedaulatan ekonomi desa berbasis koperasi. Hal ini sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

Setiap koperasi desa wajib memiliki empat fasilitas utama, yaitu gerai sembako, apotek atau klinik desa, gudang, dan kendaraan logistik.

Keempatnya diyakini menjadi pilar kemandirian desa dalam menghadapi tekanan pasar dan ketimpangan akses layanan dasar.

“Gerai sembako mencegah penguasaan pasar oleh ritel modern, apotek dan klinik menjamin akses kesehatan terjangkau, gudang menjaga kualitas hasil panen, dan kendaraan memperlancar logistik,” jelas Ferry.

Koperasi Desa Merah Putih juga menjadi instrumen untuk membatasi praktik ekonomi yang hanya menjadikan masyarakat desa sebagai objek. Koperasi disebut sebagai satu-satunya lembaga ekonomi rakyat yang mampu melawan ketimpangan dan kecurangan pasar.

Kementerian Koperasi mencatat, hingga akhir Oktober 2025, telah berdiri 82.320 Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia. Ratusan di antaranya telah beroperasi.

Pemerintah menargetkan seluruh koperasi desa dapat mulai beroperasi pada Maret 2026, seiring percepatan pembangunan gerai dan gudang.

Pemerintah juga akan menyalurkan pembiayaan hingga Rp 3 miliar per koperasi untuk pembangunan fisik dan modal kerja.

Ferry berharap seluruh pihak mendukung cita-cita besar Presiden Prabowo untuk mengembalikan arah ekonomi nasional ke jalur ekonomi Pancasila. Ia optimistis, melalui koperasi, target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen dapat tercapai.