Lubuk Basung – Pemerintah Kabupaten Agam menegaskan komitmennya memperkuat pembinaan rohani aparatur sipil negara melalui wirid mingguan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang digelar di Masjid Agung Nurul Falah Lubuk Basung, Rabu (22/4). Kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun integritas dan akhlak ASN lewat pemahaman agama yang lebih utuh, termasuk dalam urusan muamalah.
Dalam kegiatan tersebut, Ustadz Khairul Akbar, dosen UIN Imam Bonjol Padang, menyampaikan tausiah bertema “Kemuliaan Hutang Piutang dan Dampak Tidak Membayarnya”. Ia menegaskan bahwa utang piutang merupakan salah satu bentuk muamalah yang dibolehkan dalam Islam dan dapat bernilai mulia bila dijalankan dengan semangat tolong-menolong.
“Meminjamkan kepada orang yang membutuhkan adalah bentuk kepedulian sosial yang dianjurkan dan berpahala di sisi Allah SWT,” ujarnya. Namun, ia mengingatkan bahwa kewajiban melunasi utang tidak boleh diabaikan karena dapat menimbulkan konsekuensi moral dan spiritual yang berat bagi pihak yang mengingkarinya.
Bupati Agam yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang SDM dan Kemasyarakatan, Taslim, menilai ASN perlu memahami konsep utang piutang secara menyeluruh, baik sebagai peminjam maupun pihak yang memberi pinjaman.
“Kalau tidak kita yang meminjam, bisa jadi kita yang dipinjamkan. Meminjamkan itu adalah perbuatan mulia dan bernilai pahala di hadapan Allah SWT,” ujarnya.
Taslim juga mengajak seluruh anggota Korpri untuk terus menghadiri wirid mingguan tersebut. Menurut dia, kegiatan itu tidak hanya memperkuat iman dan takwa, tetapi juga menambah ilmu pengetahuan serta mempererat silaturahmi antarpegawai.
“Pertemuan seperti ini memiliki nilai yang sangat besar, tidak hanya dari sisi keagamaan, tetapi juga dalam membangun karakter ASN yang berintegritas dan berakhlak mulia,” katanya.
Melalui wirid rutin ini, Pemerintah Kabupaten Agam berharap seluruh ASN semakin memahami dan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bermuamalah seperti utang piutang.






