Ranah

Mahyeldi Dorong BUMDesma Berdaya, Tingkatkan Tata Kelola

149
×

Mahyeldi Dorong BUMDesma Berdaya, Tingkatkan Tata Kelola

Share this article
bumdesma-belum-optimal,-mahyeldi-tegaskan-penguatan-tata-kelola-dan-profesionalitas
BUMDesma Belum Optimal, Mahyeldi Tegaskan Penguatan Tata Kelola dan Profesionalitas

Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menegaskan pentingnya penguatan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma).

Menurutnya, BUMDesma adalah motor penggerak ekonomi lokal.

Hal ini disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) BUMDesma se-Sumatera Barat, Rabu (22/10/2025).

Mahyeldi menilai potensi ekonomi nagari di Sumatera Barat sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal.

Ia menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi BUMDes dan BUMDesma.

Tantangan tersebut antara lain keterbatasan SDM, pengelolaan keuangan, kelembagaan, dan pemilihan jenis usaha yang tepat.

“BUMDesma harus diperkuat secara kelembagaan dan tata kelola agar dana pemberdayaan bisa dikelola akuntabel,” tegas Mahyeldi.

Rakor ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kelembagaan BUMDesma di seluruh Sumatera Barat.

Gubernur mendorong kolaborasi antar-BUMDesma dan sinergi dengan pemerintah daerah melalui program strategis.

Tujuannya, agar pengelolaan ekonomi desa tidak berjalan sendiri-sendiri.

Ia juga mendorong BUMDesma berperan dalam rantai pasok program pemerintah pusat melalui Model Bisnis Gotong Royong (MBG).

“BUMDesma perlu bermitra dengan petani, peternak, dan pelaku UMKM lokal agar keuntungan ekonomi kembali ke nagari,” kata Mahyeldi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sumatera Barat, Yozarwardi Usama Putra, mengungkapkan peningkatan jumlah BUMDes dan BUMNag dari tahun ke tahun.

Pada 2024, tercatat 713 unit, dan meningkat menjadi 828 unit pada September 2025.

“Selain jumlah yang meningkat, klasifikasi BUMDes juga naik kelas,” jelas Yozarwardi.