Ranah

Mahyeldi Dorong Generasi Muda Garap Pertanian Masa Depan Lewat Farm the Future

126
×

Mahyeldi Dorong Generasi Muda Garap Pertanian Masa Depan Lewat Farm the Future

Share this article
mahyeldi-dorong-generasi-muda-garap-pertanian-masa-depan-lewat-farm-the-future
Mahyeldi Dorong Generasi Muda Garap Pertanian Masa Depan Lewat Farm the Future

Padang – Sumatera Barat meluncurkan gerakan “Farm the Future” untuk menarik minat generasi muda terjun ke sektor pertanian.

Gubernur Mahyeldi Ansharullah mencanangkan gerakan ini pada Kamis (9/10/2025) sebagai upaya menjawab tantangan krisis pangan global.

Gerakan ini juga bertujuan mempercepat regenerasi petani di Sumatera Barat.

Mahyeldi menekankan pentingnya transformasi sektor pertanian agar lebih menarik bagi generasi muda.

“Gerakan ini membangkitkan minat anak muda bertani sekaligus menjawab isu tantangan krisis pangan global,” ujarnya.

Inisiatif ini selaras dengan program unggulan pemerintah provinsi, “Gerak Cepat Sumbar Sejahtera,” yang berfokus pada lumbung pangan dan ekonomi berkelanjutan.

Pemerintah daerah mengalokasikan 10 persen APBD untuk peningkatan produksi, hilirisasi, dan asuransi pertanian.

Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan petani dan menjadikan Sumatera Barat sebagai lumbung pangan nasional.

Program ini mencakup pemanfaatan perhutanan sosial, pengembangan pertanian berbasis kawasan, dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Pemerintah juga mendorong akselerasi milenial entrepreneur dan womenpreneur melalui pemberdayaan, kemudahan akses modal, dan digitalisasi.

Mahyeldi mengakui sektor pertanian menghadapi tantangan seperti keterbatasan lahan, rendahnya teknologi, dan lambatnya regenerasi petani.

Ia menyoroti rendahnya jumlah petani milenial di Sumatera Barat.

“Kalau hari ini kita tidak bergerak, 10 atau 30 tahun ke depan siapa yang akan menanam dan memproduksi pangan,” tegasnya.

Inovasi pertanian seperti green house dan hidroponik menjadi solusi untuk mengatasi cuaca ekstrem dan keterbatasan lahan.

“Kita ingin anak muda melihat bahwa pertanian hari ini bukan lagi kerja tangan semata, tapi kerja pikiran, riset, dan inovasi,” tambahnya.

Inisiator gerakan, Mursalim, menekankan visi untuk mengubah citra petani menjadi profesi modern dan bergengsi.

Pencanangan gerakan ini ditandai dengan penandatanganan komitmen kolaborasi antara pemerintah provinsi, Forkopimda, perbankan, BUMN, media, kelompok petani milenial, dan mahasiswa.