Ranah

Mahyeldi Pacu Ekonomi Umat dan Budaya Halal di Sumatera Barat

58
×

Mahyeldi Pacu Ekonomi Umat dan Budaya Halal di Sumatera Barat

Sebarkan artikel ini
mahyeldi-raih-disway-top-regional-leader-awards-2026-kategori-penggerak-ekonomi-umat
Mahyeldi Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026 Kategori Penggerak Ekonomi Umat

Jakarta – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dinobatkan sebagai peraih penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026. Apresiasi tersebut diberikan atas keberhasilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam menggerakkan ekonomi umat serta memperkuat ekosistem budaya halal di daerah.

Penyerahan penghargaan berlangsung di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Disway National Network (DNN) selaku penyelenggara memberikan anugerah ini kepada kepala daerah yang dinilai mampu menunjukkan kepemimpinan transformatif, inovasi berdampak luas, serta kinerja unggul dalam pembangunan nasional.

Mahyeldi menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi berbagai pihak. “Alhamdulillah, penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Sumatera Barat. Ini hasil kerja bersama pemerintah, pelaku usaha, ulama, tokoh adat, akademisi, dan seluruh elemen yang terus mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.

Dalam proses penilaian, DNN menerapkan indikator strategis yang komprehensif, mencakup tata kelola pemerintahan, inovasi layanan publik, hingga penguatan ekonomi daerah. Mahyeldi dinilai menonjol dalam berbagai klaster, mulai dari sosial, budaya, lingkungan, hingga pengembangan UMKM dan koperasi.

Menurut Mahyeldi, penguatan ekonomi umat menjadi fondasi utama dalam menciptakan pertumbuhan yang inklusif. Ia berkomitmen untuk terus memacu produktivitas sektor UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, namun tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal.

“Kami akan terus mendorong penguatan ekonomi umat, UMKM, dan ekosistem halal yang sejalan dengan nilai adat dan agama. Pembangunan yang ideal adalah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan jati diri daerah,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa budaya halal di Sumatera Barat bukan sekadar label produk, melainkan cerminan integritas masyarakat Minangkabau. Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah menjadi modal sosial utama dalam menjaga pembangunan tetap selaras dengan nilai keagamaan.

Penghargaan ini menjadi momentum bagi Pemprov Sumatera Barat untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Ke depan, pemerintah daerah menargetkan perluasan jangkauan industri halal agar mampu menembus pasar global. Selain Sumatera Barat, ajang ini juga memberikan apresiasi kepada sejumlah kepala daerah lain di Indonesia yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi berdampak positif bagi masyarakat.