Ranah

Malaysia Investasikan 7 Juta Dolar AS di KIT Batang

166
×

Malaysia Investasikan 7 Juta Dolar AS di KIT Batang

Sebarkan artikel ini
kawasan-industri-terpadu-batang:-perusahaan-malaysia-investasi-7-juta-dolar-as
Kawasan Industri Terpadu Batang: Perusahaan Malaysia Investasi 7 Juta Dolar AS

Batang – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, kembali mencatatkan daya tariknya di mata investor asing. Thong Guan Industries Berhad, perusahaan asal Malaysia, menginvestasikan modal sebesar US$ 7 juta untuk mengembangkan lahan seluas 5,04 hektare.

Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang, Ngurah Wirawan, menyampaikan bahwa investasi ini akan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian nasional. “Proyek ini diproyeksikan menyerap 500 tenaga kerja dan akan memperkuat kontribusi kawasan terhadap perekonomian nasional,” ujarnya di Batang, Jumat (25/7/2025).

Wirawan menambahkan, kepercayaan perusahaan sekelas Thong Guan terhadap KEK Industropolis Batang merupakan pengakuan atas potensi kawasan tersebut. “Thong Guan bukan perusahaan biasa. Ini raksasa industri yang mempercayakan masa depannya di Kabupaten Batang. Ini validasi global terhadap positioning KEK Industropolis sebagai kawasan industri paling menjanjikan di Asia Tenggara,” tegasnya.

Managing Director PT TGP Plaspack Lestari, Dato’ Ang Poon Chuan, menjelaskan bahwa Thong Guan merupakan eksportir stretch film terkemuka di dunia dan penguasa pasar kantong sampah di Jepang dengan pengalaman lebih dari 50 tahun. Perusahaan ini mengekspor 85 persen produknya ke berbagai negara seperti Korea Selatan, Meksiko, Cile, dan Vietnam, dengan total pendapatan mencapai Rp4,2 triliun per tahun.

Dato’ Ang Poon Chuan mengatakan, pihaknya melihat potensi besar di Batang untuk pengembangan bisnis perusahaan. “Kami melihat Batang bukan hanya sebagai lokasi tetapi sebagai masa depan rantai pasok industri kami. KEK Industropolis Batang punya semua yang kami butuhkan baik akses, stabilitas, dan kecepatan,” katanya.

Fasilitas manufaktur Thong Guan di Batang akan mengimplementasikan teknologi ramah lingkungan, termasuk penggunaan mesin hemat energi, daur ulang limbah plastik, dan sistem manajemen lingkungan berstandar internasional. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap praktik industri yang berkelanjutan.

Konsul Jenderal RI di Penang, Wanton Saragih, menilai investasi ini sebagai indikasi positif bagi hubungan ekonomi antara Indonesia dan Malaysia. “Kehadiran Thong Guan merupakan sinyal kepercayaan terhadap iklim investasi Indonesia khususnya KEK Industropolis Batang yang menawarkan kepastian dan daya saing tinggi,” pungkasnya.