Jakarta – Kabar baik bagi calon pembeli rumah subsidi! Pemerintah berupaya mencari solusi bagi 111 ribu calon nasabah KPR yang terhambat masalah kredit macet.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan segera bertemu dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membahas masalah ini.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik terang bagi calon nasabah yang namanya masuk daftar hitam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.
Data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat puluhan ribu calon pembeli rumah subsidi terkendala akibat catatan kredit buruk.
“Kami akan meeting dengan OJK,” kata Purbaya di Jakarta, Selasa (13/10/2025).
SLIK OJK adalah sistem yang digunakan lembaga keuangan untuk menilai kelayakan kredit seseorang.
Menkeu Purbaya meminta BP Tapera memastikan keakuratan data calon nasabah bermasalah tersebut.
Dengan adanya pemutihan kredit macet, Purbaya optimistis penyerapan kuota rumah subsidi akan meningkat.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengakui masalah SLIK OJK menjadi keluhan pengembang perumahan.
Maruarar menyebut banyak calon nasabah gagal mendapatkan rumah subsidi karena riwayat kredit yang buruk.
“Beliau (Menkeu Purbaya) berkenan untuk membantu nanti dengan OJK, membantu menyelesaikan, memberikan jalan keluar dengan kebijakan,” ujar Maruarar.
Purbaya juga mengingatkan Maruarar agar tidak terlena dengan realisasi penyerapan rumah subsidi yang sudah berjalan baik dan meminta target penyaluran tetap dimaksimalkan.






