Jakarta – Kabar baik datang dari sektor energi terbarukan. Raksasa korporasi asal Jepang, Mitsubishi Corporation, resmi mengakuisisi sebagian saham KIS Group.
KIS Group sendiri merupakan perusahaan teknologi yang bergerak di bidang biogas dan biofuel.
Investasi ini menandai langkah awal Mitsubishi ke pasar biogas global.
Didirikan oleh KR Raghunath pada tahun 2006, KIS Group kini beroperasi di 11 negara.
Perusahaan ini menyediakan solusi energi terbarukan untuk berbagai sektor industri, mulai dari kelapa sawit, gula, hingga agroindustri.
KIS Group menargetkan investasi US$ 1 miliar untuk solusi gas terbarukan dan biofuel di Indonesia, Asia Tenggara, dan India pada 2030.
“Ini adalah kepercayaan besar terhadap teknologi dan kemampuan kami,” kata Raghunath dalam keterangan tertulis, Rabu (5/11/2025).
Raghunath menambahkan, kolaborasi dengan Mitsubishi akan mempercepat pertumbuhan dan menciptakan nilai jangka panjang.
Saat ini, KIS Group telah mengembangkan proyek biomethane terbarukan di 11 negara. Mereka juga telah menjalin kontrak pasokan jangka panjang dengan Unilever dan Shell.
Selain itu, perusahaan ini juga bekerja sama dengan Toyota, Godrej, Sinarmas, dan banyak perusahaan lainnya.
“Kami akan memanfaatkan jaringan Mitsubishi di 90 negara untuk ekspansi internasional,” ujar Raghunath.
KIS Group saat ini gencar membangun pabrik biomethane skala besar di Sumatera Utara.
Salah satunya adalah pabrik BioCNG komersial pertama di Blangkahan, Langkat, yang beroperasi sejak 2024.
Pabrik ini memproduksi sekitar 15.500 meter kubik BioCNG per hari dari limbah cair kelapa sawit.
Pada April 2025, mereka meresmikan pabrik BioCNG kedua di Torgamba, Labuhanbatu Selatan.
Dengan kapasitas 182 ribu MMBtu per tahun, fasilitas ini menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
“Kami menargetkan 25 pabrik BioCNG di Sumatera Utara dengan investasi sekitar Rp 1,6 triliun,” kata Raghunath.
Proyek ini diharapkan mengurangi emisi hingga 3,7 juta ton CO2 per tahun.
Produk BioCNG dari KIS Group telah digunakan Unilever Oleochemical Indonesia untuk menggantikan bahan bakar fosil.
Setiap tahun, KIS Group mengolah 13,5 juta ton limbah organik dan menghasilkan 600 juta meter kubik biogas.
Hal ini berkontribusi mengurangi emisi karbon global sekitar 5,9 juta ton per tahun.






