Bukittinggi – Langit Kota Jam Gadang selama sepekan terakhir tak hanya dihiasi kabut pegunungan yang sejuk, tetapi juga getaran syahdu lantunan ayat suci Alquran. Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-41 tingkat Sumatera Barat resmi ditutup dengan torehan sejarah yang membanggakan, menyatukan kemegahan religi, kebangkitan ekonomi, dan solidaritas kemanusiaan.
Di bawah komando Walikota H. Ramlan Nurmatias, Bukittinggi kembali mengukuhkan tajinya sebagai tuan rumah bertangan dingin. Helat akbar ini sukses menjadi manifestasi nyata filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah dengan tema besar: “Dari Bukittinggi Kota Perjuangan, Kita Bumikan Alquran untuk Sumatera Barat Unggul Menuju Indonesia Emas.”
Walikota Ramlan Nurmatias menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, kafilah, dan masyarakat yang telah bahu-membahu menyukseskan acara ini.
Penggunaan berbagai venue ikonik, mulai dari Lapangan Kantin hingga masjid-masjid bersejarah, memberikan kesan mendalam bagi tamu dari 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
“Kami ingin MTQ ke-41 ini bukan sekadar lomba, tapi menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah di Ranah Minang. Alhamdulillah, seluruh tahapan lomba berjalan lancar dan tamu-tamu kita merasa nyaman,” ujar walikota dalam sambutannya.
Dampak helat akbar ini tidak hanya terasa di mimbar tilawah, tetapi juga merambah ke kantong-kantong masyarakat.
Ketua Umum Panitia MTQ ke-41, H. Ibnu Asis, mengungkapkan bahwa membludaknya pengunjung—dengan estimasi penambahan penduduk sementara mencapai 5.000 orang—memicu perputaran ekonomi yang luar biasa.
“Alhamdulillah, diperkirakan perputaran uang selama MTQ ini mencapai kurang lebih Rp22 miliar. Dampak terbesarnya terasa di sektor jasa, perdagangan, perhotelan, hingga sektor UMKM,” ungkap H. Ibnu Asis.
Data di lapangan menunjukkan hotel dan penginapan di pusat kota penuh total selama enam hari kegiatan. Sebanyak 110 stand UMKM dan ekonomi kreatif terisi penuh, dengan pedagang kuliner serta kerajinan melaporkan lonjakan omzet signifikan. Transportasi: Jasa transportasi lokal meraup berkah dari mobilitas 1.055 peserta dan 821 official yang tersebar di 16 venue lomba.
“Data fantastis ini membuktikan bahwa kegiatan religi mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang nyata bagi warga Bukittinggi,” tegasnya.
Kafilah Kota Bukittinggi melakukan “lompatan kuantum” dalam hal prestasi. Dari posisi ke-7 pada penyelenggaraan sebelumnya, kini Bukittinggi bertengger di Peringkat 3 Besar, membayangi Kota Padang di posisi kedua, sementara Kabupaten 50 Kota sukses mempertahankan gelar sebagai Juara Umum.
Hasil Akhir Klasemen MTQ ke-41 Sumbar: Juara I: Kabupaten 50 Kota (Juara Umum Bertahan); Juara II: Kota Padang; Juara III: Kota Bukittinggi; Juara IV: Kabupaten Tanah Datar; Juara V: Kota Pariaman; Juara VI: Kabupaten Agam; Juara VI: Kota Padang Panjang; Juara VIII: Kota Solok; Juara IX: Kabupaten Solok; Juara X: Kabupaten Padang Pariaman.
Walikota Bukittinggi H. Ramlan Nurmatias dan Wakilnya H. Ibnu Asis terlihat bangga dengan pelaksanaan MTQ yang sukses.
Sisi humanis menjadi warna utama pada penutupan MTQ. Di tengah kemeriahan penampilan artis religi Haddad Alwi, Ramlan mengajak hadirin untuk tetap peduli terhadap sesama yang tertimpa musibah bencana alam di Agam dan Pariaman.
Melalui sistem QRIS Baznas, dilakukan penggalangan dana spontan untuk korban bencana alam di beberapa wilayah di Sumbar seperti di Agam dan Pariaman. “Kita harus bangkit dari duka. Melalui syiar Al-Qur’an, kita bangun kekuatan untuk saling membantu,” tegaskan Ramlan.
Kreativitas panitia terlihat dari kehadiran artis yang didatangkan tanpa membebani dana APBD. Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, mewakili gubernur, memberikan apresiasi atas standar baru yang ditetapkan Bukittinggi. Senada dengan itu, Kakanwil Kemenag Sumbar Mustafa, MA, berharap gema Al-Qur’an melahirkan generasi Qur’ani yang berdaya saing. “Sampai jumpa di helat keagamaan berikutnya! Selamat kepada para pemenang, dan terima kasih kepada seluruh kafilah Sumatera Barat yang telah mewarnai Kota Perjuangan dengan cahaya Al-Qur’an.”






